Minggu, 16 Agustus 2026
BREAKING

Pengurus APPBIPA Cabang Sulteng Periode 2026-2030 Dilantik, Asrianti Kembali Jadi Ketua

ASRIANTI, Ketua Pengurus Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Cabang Sulawesi Tengah masa bakti 2026-2030 memberikan kata sambutan usai resmi dilantik di kantor gubernur setempat, Sabtu (15/8/2026). FOTO: APPBIPA SULTENG

PALU– Pengurus Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Cabang Sulawesi Tengah (Sulteng) masa bakti 2026-2030 resmi dilantik di kantor gubernur setempat, Sabtu (15/8/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi APPBIPA Sulteng untuk memperkuat kelembagaan, memperluas jejaring kemitraan, serta meningkatkan penyelenggaraan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau BIPA.

Program tersebut diarahkan untuk menjangkau mahasiswa asing, tenaga kerja asing, wisatawan, serta warga negara asing lainnya yang belajar, tinggal, dan bekerja di Sulteng.

Dalam kepengurusan masa bakti 2026-2030, Asrianti kembali dipercaya sebagai Ketua APPBIPA Cabang Sulteng. Sebelumnya, Asrianti telah menjabat sebagai ketua pada masa bakti 2021-2026.

Pelantikan kepengurusan baru tersebut sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab APPBIPA Sulteng dalam memperluas layanan pembelajaran bahasa Indonesia, meningkatkan kompetensi pengajar BIPA, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga kebahasaan, dan dunia industri.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah unsur strategis dalam pengembangan BIPA, yakni Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafiz Muksin, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, Ketua Umum APPBIPA Pusat, Gatut Susanto, Wakil Ketua I APPBIPA Pusat, Agus Soehardjono, serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulteng, Syarifuddin.

Gubernur Sulteng selaku Pembina APPBIPA diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto menyampaikan apresiasi atas pelantikan Pengurus APPBIPA Cabang Sulawesi Tengah masa bakti 2026-2030.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng memandang APPBIPA sebagai mitra strategis dalam memperkuat penggunaan bahasa Indonesia, meningkatkan kemampuan komunikasi warga negara asing, serta memperkenalkan kekayaan budaya Sulteng kepada masyarakat internasional.

Dia menekankan, penguasaan bahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing memiliki arti penting dalam mendukung komunikasi kerja, keselamatan kerja, hubungan sosial, dan proses adaptasi budaya. Pemprov Sulteng berharap pelantikan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan program kerja yang terukur, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafoz Muksin menyampaikan, pengembangan BIPA merupakan bagian penting dari upaya memperkuat fungsi bahasa Indonesia, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, penyelenggaraan BIPA tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga secara sendiri-sendiri. Pengembangan BIPA membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Bahasa, APPBIPA, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, serta berbagai lembaga mitra.

Sementara itu, Ketua APPBIPA Cabang Sulteng, Asrianti menyampaikan, amanah kepemimpinan yang kembali dipercayakan kepadanya bukan sekadar jabatan dalam struktur organisasi, melainkan tanggung jawab moral, akademik, sosial, dan kebangsaan.

“Kepercayaan ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. APPBIPA harus hadir sebagai organisasi yang profesional, kolaboratif, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, serta para pemelajar asing,” ujar Asrianti.

Menurutnya, bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi identitas bangsa, pemersatu masyarakat, serta instrumen penting dalam diplomasi kebahasaan dan kebudayaan Indonesia.

Melalui pembelajaran BIPA, warga negara asing tidak hanya mempelajari kosakata, tata bahasa, dan keterampilan berkomunikasi. Mereka juga diperkenalkan pada cara berpikir, nilai sosial, kebiasaan, dan kekayaan budaya masyarakat Indonesia.

Salah satu agenda strategis kepengurusan APPBIPA Cabang Sulteng adalah memperluas penyelenggaraan program BIPA bagi tenaga kerja asing yang bekerja di berbagai perusahaan di wilayahnya.

Sejumlah perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing, khususnya di kawasan industri Kabupaten Morowali, telah menyampaikan rencana untuk menyelenggarakan pembelajaran bahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing.

Rencana tersebut menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi kerja yang efektif, aman, dan harmonis di lingkungan industri yang bersifat multibahasa dan multikultural.

Kemampuan berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing tidak hanya diperlukan untuk melakukan percakapan sehari-hari.

Dalam konteks industri, kemampuan tersebut berkaitan dengan ketepatan menerima dan memberikan instruksi, koordinasi antara tenaga kerja asing dan tenaga kerja Indonesia, pemahaman terhadap prosedur keselamatan dan kesehatan kerja, pelaporan masalah, serta pencegahan kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan konflik.

Dia menegaskan, pelantikan pengurus bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari pekerjaan dan pengabdian yang sesungguhnya.

“Kami tidak ingin pelantikan ini berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setelah pelantikan, visi harus diterjemahkan menjadi program, program harus diwujudkan dalam tindakan, dan tindakan harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya. CAL

SultengTerkini

Pengurus APPBIPA Cabang Sulteng Periode 2026-2030 Dilantik, Asrianti Kembali Jadi Ketua