JAKARTA– Vitamin C dikenal sebagai nutrisi yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan produksi kolagen. Tetapi, mengonsumsinya secara berlebihan ternyata bisa menimbulkan efek samping pada tubuh.
Secara umum, vitamin C memiliki toksisitas rendah. Artinya, kelebihan asupan jarang menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa. Meski begitu, jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus, dampaknya tetap perlu diwaspadai.
Efek samping yang paling sering muncul adalah gangguan pencernaan, seperti mual, diare, kembung, hingga kram perut. Selain itu, ada beberapa risiko lain yang bisa terjadi, yakni:
1. Peningkatan Risiko Batu Ginjal
Tubuh akan memetabolisme sebagian vitamin C menjadi oksalat, senyawa yang berkaitan dengan pembentukan batu ginjal. Meski tidak selalu menyebabkan batu ginjal, risiko bisa meningkat jika konsumsi dosis tinggi dilakukan secara rutin.
2. Meningkatkan Penyerapan Zat Besi dari Makanan Nabati
Bagi orang sehat, hal ini umumnya tidak menjadi masalah. Tetapi, pada orang dengan kondisi hemokromatosis atau kelebihan zat besi dalam tubuh, asupan vitamin C tinggi bisa memperburuk penumpukan zat besi dan memicu kerusakan jaringan.
3. Risiko Kerusakan Oksidatif
Sejumlah penelitian juga menyoroti kemungkinan risiko kerusakan oksidatif akibat konsumsi supelemen vitamin C dosis tinggi. Tetapi, temuan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Kapan Konsumsi Vitamin C Dianggap Berlebihan?
Kebutuhan harian vitamin C untuk pria dewasa adalah 90 mg, sementara wanita 75 mg. Ada batas aman konsumsi vitamin C mencapai 2.000 mg per hari untuk orang dewasa.
Batas ini berbeda pada anak dan remaja, misalnya:
Remaja 14-18 tahun: 1.800 mg
Anak 9-13 tahun: 1.200 mg
Anak 4-8 tahun: 650 mg
Anak 1-3 tahun: 400 mg
Perbedaan besar antara kebutuhan harian dan batas atas ini membuat banyak orang bisa mengonsumsi vitamin C dalam jumlah cukup tinggi tanpa efek langsung. Hal ini karena vitamin C merupakan vitamin larut air, sehingga kelebihan asupan akan dibuang melalui urine dan tidak disimpan dalam tubuh seperti vitamin larut lemak.
Meski begitu, efek samping tetap bisa muncul, salah satunya karena sifat asam vitamin C yang dapat mengiritasi saluran cerna. Untuk memenuhi kebutuhan harian, asupan vitamin C sebenarnya bisa didapat dari makanan seperti buah jeruk, paprika, brokoli, kubis Brussel, bayam, tomat, dan stroberi.
Ahli menyarankan untuk tidak sembarangan mengonsumsi suplemen dosis tinggi, terutama jika pola makan sudah seimbang. Selain berisiko mendekati batas aman, dosis tinggi juga tidak selalu memberi manfaat tambahan karena penyerapan vitamin C menurun pada dosis di atas 500 mg.
Jika ingin menambah asupan vitamin C, sebaiknya dimulai dari makanan alami dan konsultasikan penggunaan suplemen dengan tenaga medis.
(sumber: detik.com)










Komentar