BPS Sulteng Rilis Perkembangan Indeks Kebahagiaan Tahun 2014 dan 2017

KEPALA Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah Faizal Anwar (depan tengah) didampingi Wahyu, Kepala Bidang Statistik Distribusi dan Kepala Bidang Statistik Sosial, Sarmiati saat merilis Indeks Kebahagiaan di wilayahnya tahun 2014 dan 2017 kepada sejumlah jurnalis di kantornya, Selasa (15/8/2017) siang. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Indeks Kebahagiaan Sulteng merupakan indeks komposit yang dihitung secara tertimbang menggunakan dimensi dan indikator dengan skala 0-100. Semakin  tinggi  nilai  indeks menunjukkan tingkat  kehidupan penduduk yang semakin bahagia. Sebaliknya, semakin rendah nilai indeks menunjukkan tingkat kehidupan penduduk yang semakin tidak bahagia.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah (Sulteng), Sarmiati saat merilis perkembangan Indeks Kebahagiaan di wilayahnya tahun 2014 dan 2017 kepada sejumlah jurnalis di kantornya, Selasa (15/8/2017).

Sarmiati mengatakan, metode pengukuran indeks kebahagiaan tahun 2017 mengalami perubahan, karena terdapat penambahan cakupan indeks dibandingkan tahun 2014.

Pada tahun 2014, indeks kebahagiaan hanya menggunakan dimensi kepuasan hidup. Sedangkan pada tahun 2017, indeks kebahagiaan ditambahkan dimensi perasaan (affect) dan dimensi makna hidup (eudaimonia).

Perubahan lainnya, pada tahun 2017, dimensi kepuasan hidup terbagi menjadi dua subdimensi, yaitu subdimensi kepuasan hidup personal dan subdimensi kepuasan hidup sosial.

“Indeks kebahagiaan Sulteng tahun 2017 yang dihitung dengan menggunakan metode 2014, lebih tinggi dibanding tahun 2014,” kata Sarmiati yang mendampingi Kepala BPS Sulteng Faizal Anwar dan Wahyu, Kepala Bidang Statistik Distribusi.

Menurutnya, pada tahun 2017 sebesar 68,76, sedangkan pada tahun 2014 sebesar 67,92. Dengan demikian, telah terjadi peningkatan indeks sebesar 0,84 poin.

“Indeks kebahagiaan Sulawesi Tengah tahun 2017 sebesar 71,92,” katanya.

Besarnya indeks masing-masing dimensi penyusun indeks kebahagiaan Sulteng, yaitu indeks dimensi kepuasan hidup sebesar 71,14, indeks subdimensi kepuasan hidup personal sebesar 63,86 dan indeks subdimensi kepuasan hidup sosial sebesar 78,42, indeks dimensi perasaan (affect) sebesar 70,08, dan indeks dimensi makna hidup (eudaimonia) sebesar 74,40.

“Seluruh indeks diukur pada skala 0-100,” ujar Sarmiati.

Ia mengatakan, berdasarkan indeks kebahagiaan Sulteng 2017 tersebut, masing-masing dimensi dan subdimensi memiliki kontribusi sebagai berikut kepuasan hidup 34,80 persen (dengan subdimensi kepuasan hidup personal dan kepuasan hidup sosial, masing-masing 50 persen terhadap kepuasan hidup), perasaan (affect) 31,18 persen, dan makna hidup (eudaimonia) 34,02 persen.

Indeks indikator tertinggi adalah keharmonisan keluarga 83,88 yang merupakan subdimensi kepuasan hidup sosial.

Sementara indeks indikator terendah adalah pendapatan rumah tangga 59,92 yang merupakan subdimensi kepuasan hidup personal.

Selain indikator pendapatan rumah tangga, masih terdapat beberapa indikator lain yang memiliki indeks dibawah 70 yaitu pendidikan dan keterampilan, pekerjaan/usaha/kegiatan utama, kesehatan, kondisi rumah dan fasilitas rumah, perasaan tidak khawatir/cemas, serta pengembangan diri.

Sarmiati menjelaskan, pada dimensi perasaan (affect), indikator yang memiliki indeks tertinggi adalah perasaan senang/riang/gembira dalam menjalani kehidupannya sehari-hari pada tingkatan 77,05, sementara yang terendah adalah perasaan tidak khawatir/cemas pada tingkatan 64,67.

Ia menambahkan, indeks kebahagiaan antar provinsi bervariasi dengan rentang antara 67,52 sampai dengan 75,68.

Tiga provinsi yang memiliki nilai indeks kebahagiaan tertinggi secara berturut-turut adalah Provinsi Maluku Utara (75,68), Maluku (73,77), dan Sulawesi Utara (73,69).

Sedangkan Provinsi Papua, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur merupakan tiga provinsi yang memiliki indeks kebahagiaan terendah dengan nilai indeks masing-masing sebesar 67,52; 68,41; dan 68,98.

Secara nasional, indeks kebahagiaan Sulteng sebesar 71,92 berada pada urutan ke-14, sedangkan untuk skala regional di Pulau Sulawesi angka indeks Sulawesi Tengah tersebut berada pada urutan ketiga di bawah Sulawesi Utara (73,69), dan Gorontalo (73,19). CAL

Komentar