Karyawan PT TOM Hilang di Perairan Laut Dungingis Tolitoli

WhatsApp Image 2018-08-02 at 16.10.59
SEORANG karyawan PT TOM hilang di perairan laut Desa Dungingis, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Kamis (2/8/2018). FOTO: IST

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Seorang karyawan PT TOM bernama Hajir (32), warga Dusun III, Desa Dungingis, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah dinyatakan hilang di perairan laut desa setempat, Kamis (2/8/2018).

Korban Hajir hilang setelah dirinya melompat ke laut karena ingin memperbaiki tali speed boat yang putus.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, kronologis kejadian bermula pada Kamis pagi sekira pukul 06.00 Wita korban bersama kedua rekannya bernama Subhan dan Dirman sedang melaksanakan tugas jaga yakni mengontrol atau mengawasi area penangkaran mutiara milik PT TOM di Perairan Laut Desa Dungingis.

Pada saat ketiganya ke laut dengan menggunakan perahu speed boat milik perusahaan, mereka tiba di tempat penangkaran mutiara.

Tali speed boat yang saat itu sedang terikat di rumah apung tengah laut terputus.

Melihat tali speed boat terputus, ketiganya langsung berinisiatif lompat ke laut untuk mengambil tali yang terputus.

Namun saat kedua rekan korban mendapatkan tali dan naik kembali ke atas speed boat, korban justru tidak kelihatan. Kedua rekannya pun langsung mencari korban di sekitar area rumah apung dan area speed boat, tetapi hingga beberapa menit korban tak kunjung ditemukan.

“Kedua rekannya itu langsung menghubungi pihak perusahaan PT TOM terkait hilangnya korban,” tutur Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy kepada SultengTerkini.Com, Kamis.

Kapolres Iqbal melanjutkan, saat diketahui dan dinyatakan korban telah hilang, pihak perusahaan langsung turun melakukan pencarian dengan menyisir sekitar area hilangnya korban di sepanjang pantai Desa Dungingis.

Saat ini aparat Polsek Dakopemean dibantu Lanal Tolitoli-Buol dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tolitoli terus melakukan pencarian dengan menurunkan beberapa peralatannya. SBR

Komentar