
SultengTerkini.Com, PALU– Debat calon Bupati dan Wakil Bupati (wabup) Tolitoli yang disiarkan INews, televisi nasional pada Ahad (1/11/2020) sore di Kota Palu menjadi panggung utama bagi kandidat wabup Tolitoli, Mohammad Besar Bantilan.
Sebagai satu-satunya calon milenial, Besar Bantilan mampu berdebat dengan seniornya serta memberi solusi penanganan berbagai masalah di Kabupaten Tolitoli.
Pantauan jurnalis, Besar Bantilan terlihat siap saat mengikuti debat. Buktinya, Besar mampu menjawab pertanyaan pembawa acara maupun pertanyaan-pertanyaan yang datangnya dari kandidat lain.
Terlebih lagi, pengungkapan kata serta gaya bicara Besar Bantilan merupakan dialek sehari-hari masyarakat Tolitoli, sehingga mudah dipahami khalayak.
Selain itu, Besar Bantilan juga terlihat cakap dalam penyampaian data maupun program-program yang menjadi visi misinya.
Meski dengan waktu terbatas, pria 32 tahun tersebut mampu menyampaikan solusi atas permasalahan daerah secara jelas.
Dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat Tolitoli misalnya. Menurut Besar Bantilan, upaya pertama yang harus dilakukan adalah menghitung jumlah masyarakat miskin beserta penyebarannya.
Besar mengungkapkan bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tolitoli berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 30 ribu jiwa yang tersebar di pedesaan dan pinggiran kota.
Untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, lanjut Besar, ada berbagai upaya yang dilakukan. Pertama mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai garda terdepan dalam menggerakkan sektor ril.
Bagi masyarakat petani, yang mesti dilakukan adalah pemberian komoditi-komoditi pertanian yang cepat menghasilkan uang.
“Kalau dari kami, contohnya itu kita bisa berikan mereka bibit gratis, komoditi-komoditi harian seperti misalnya Barito: bawang, rica, tomat. Begitu caranya pak kalau dari kami Amanah Besar, terima kasih,” ujar Besar Bantilan.
Program lain yang bisa dilakukan untuk peningkatan ekonomi masyarakat Tolitoli adalah pemberian modal, pendampingan dan pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dalam visi misinya, pasangan nomor urut 3, Amran H Yahya-Besar Bantilan akan memberikan modal usaha bagi 1.000 UMKM selama lima tahun dengan alokasi dana sebesar Rp 2 miliar per tahun.
Besar menuturkan, setiap UMKM akan dibantu modal Rp 5 juta-Rp 10 juta. Dengan alokasi dana Rp 2 miliar, akan ada 200-400 UMKM yang terbantu usahanya setiap tahun, sehingga dalam waktu lima tahun, sebanyak 1.000 UMKM bisa tersentuh.
Di masa pandemi Covid-19, lanjut Besar, banyak usaha kecil yang usahanya gulung tikar. Dengan program itu, UMKM di Kabupaten Tolitoli bisa bergerak dan membuka lapangan kerja baru.
“Jika dalam satu UMKM mempekerjakan tiga orang, maka ada 3.000 orang pekerja yang bisa diserap. Data BPS tahun 2020, jumlah pengangguran kita ada 3.500 jiwa,” tutur Besar.
Atas penjelasan Besar Bantilan tersebut, Calon Bupati Tolitoli Amran H Yahya menegaskan, pihaknya tidak ingin implementasi program-program yang disampaikan hanya sebatas retorika.
Bila terpilih menjadi bupati dan wabup Tolitoli, Amran H Yahya akan membuat langkah nyata dengan turun langsung ke masyarakat.
Seorang kepala daerah harus mampu mewujudkan kepercayaan masyarakat.
“Saya tidak mau retorika. Saya mau yang nyata,” tegasnya.
Debat pertama kandidat bupati dan wabup Tolitoli dihadiri tiga pasangan calon. Setiap calon menyampaikan visi misinya dalam membangun Tolitoli ke arah yang lebih maju.
Pasangan Abdul Rahman H Budding-Moh Faisal Bantilan dan Muchtar Deluma-Bakri Idrus juga menyampaikan rencana program lima tahun apabila terpilih. GUS














