Wabup Badrun: Harga Diri Perempuan dan Anak Perlu Dilindungi

WAKIL Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai membuka kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Organisasi Perempuan Dalam Pencegahan dan Pendampingan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak, bertempat di sebuah hotel Parigi, Kamis (15/4/2021). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PARIMO– Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong (Parimo), Badrun Nggai mengatakan, kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak bentuk pelanggaran HAM, maka perlu dilindungi utamanya harga diri dan martabatnya dengan fitrah dan kodratnya tanpa diskriminasi,” ucap Wabup Badrun saat membuka kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Organisasi Perempuan Dalam Pencegahan dan Pendampingan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak, bertempat di sebuah hotel Parigi, Kamis (15/4/2021).

Wabup mengatakan, faktor yang memicu seringkali terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah disebabkan rendahnya tingkat ekonomi, pendidikan, norma agama, dan pengetahuan tentang hukum.

Akibatnya kata dia, tindakan tersebut sangat berpengaruh besar bagi para korban, baik berupa gangguan fisik maupun psikis, sehingga menimbulkan trauma yang mendalam.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, mari bersama kita wujudkan kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak dengan terus meningkatkan pengetahuan tentang cara pencegahan, penanganan dan alur serta dampak korban kekerasan berbasis perempuan dan anak,” katanya.

Wabup Badrun menambahkan, perlindungan bagi perempuan dan anak telah diupayakan pemerintah melalui berbagai program yang secara keseluruhan bertujuan untuk mencegah berbagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan, serta penguatan ekonomi perempuan.

“Saya berpesan kepada peserta pelatihan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dalam memahami setiap materi yang disampaikan oleh para narasumber,” tuturnya.

“Saya juga berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini mampu membangun gerakan bersama menekan hingga menghapuskan angka tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya. CAL