PALU– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura mengikuti rapat koordinasi (rakor) secara virtual penanganan Covid-19 untuk luar Jawa dan Bali yang dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, Sabtu (21/8/2021).
Rakor tersebut diikuti Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, Kepala BNPB, Gubernur, forum koordinasi pimpinan daerah provinsi, kabupaten dan kota.
Gubernur saat itu didampingi Kadis Kesehatan dr I Komang Adi Sujendra, Pelaksana Tugas Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra Rohani Mastura.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, perlindungan masyarakat harus diutamakan dan dukungan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Pemerintah harus memastikan penyaluran bantuan baik dari pusat dan daerah sampai kepada yang berhak menerima. Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat harus terus ditingkatkan melalui UMKM dan penyaluran kredit perbankan.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan, gubernur dan bupati /walikota harus mampu mengambil kebijakan yang kurang populer tentang pembatasan mobilitas masyarakat.
Untuk sementara izin keramaian agar ditiadakan dan pastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.
“Ajak TNI dan Polri melakukan penegakan disiplin masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Penanganan di hulu merupakan langkah yang paling strategis dalam penanggulangan Covid-19. Semua pihak untuk tidak mengambil kebijakan sebelum ada kebijakan presiden,” kata Menteri Tito.
Sementara itu, Gubernur Rusdy Mastura menyampaikan beberapa hal terkait penanganan Covid-19 di wilayahnya pada rakor tersebut.
Gubernur mengatakan, implementasi kebijakan instruksi Mendagri langsung ditindaklanjutinya dengan mengeluarkan surat edaran (SE) kepada bupati dan walikota.
Untuk memperkuat peran kepala desa dan lurah, gubernur juga sudah mengeluarkan SE agar dibentuk posko desa serta isolasi terpusat dapat dibentuk bekerjasama dengan puskesmas.
Gubernur juga menyampaikan membuat lomba kepada kepala desa/kelurahan terbaik dalam penanganan Covid-19.
“Sebuah sepeda motor bagi kepala desa/lurah yang terbaik menangani Covid-19 sesuai instruksi Mendagri dan SE gubernur,” kata Rusdy Mastura.
Dia menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya saat ini sudah mencapai 17 % dan meminta agar distribusi vaksin ke Sulteng diperbanyak.
Gubernur mengatakan, kondisi bed occupancy rate atau BOR Sulteng saat ini masih 66% dari 1.200 tempat tidur. Sementara tempat isolasi terpusat belum terisi maksimal karena orang tanpa gejala tidak mau diisolasi, hanya mereka memiliki riwayat berat baru mau dirawat di rumah sakit.
“Untuk cadangan oksigen di Sulteng, Alhamdulilah sangat mencukupi karena adanya dukungan oksigen dari perusahaan seperti PT IMIP, Poso Energy, Donggi Senoro,” katanya.
Gubernur meminta peran keswadayaan masyarakat dalam penanganan Covid-19 dan banyak perusahaan yang memberikan dukungan bantuan.
Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, Gubernur Sulteng sudah melakukan penandatanganan kerjasama bersama BRI terkait penyaluran kredit dengan bunga kecil dan persyaratan yang mudah sebesar Rp 5 triliun. Selain itu juga ada bantuan beras kepada masyarakat sebanyak 10.800 kepala keluarga sebanyak 10 kilogram. CAL












Komentar