Pemprov Sulteng Dorong Kemandirian Desa

-Utama-
oleh

PALU– Desa yang mandiri disinyalir dapat meningkatkan kesejahteraan, sehingga perlu didukung oleh kegiatan bersifat kreatif, komitmen tinggi, serta konsistensi dalam pelaksanaan program yang direncanakan secara strategis dan terukur.

Guna mewujudkan hal tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sulteng tancap gas dengan menggelar secara virtual Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Mendorong Kemandirian Desa untuk Sulawesi Tengah yang Lebih Berdaya Saing, di sebuah kafe Jalan Mangunsarkoro, Jumat (4/3/2022) malam.

Diskusi itu menghadirkan Nur Sangadji sebagai moderator dan narasumber diantaranya Direktur Advokasi Kerjasama Desa Kemendes PDTT M Fachri Labalado, Kepala Pusat Pelatihan Pegawai ASN Kemendes PDTT Mulyadin Malik, Bupati Sigi M Irwan Lapata dan Tenaga Ahli Gubernur Ridha Saleh.

Gubernur diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Rudi Dewanta menyambut baik kegiatan FGD untuk lebih memahami terkait peningkatan sumber daya masyarakat desa sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan.

“Pemberdayaan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat menuju kesejahteraan sosial,” ucapnya.

Agar tercipta persepsi yang sama dalam mengangkat kualitas hidup masyarakat di Sulteng, dia berharap diutamakan aspek penguatan kelembagaan masyarakat dan pengembangan kapasitas pemerintahan desa.

“Ketika berbicara otonomi desa, itu adalah kewenangan desa mengatur rumah tangganya, sehingga kami (Dinas PMD) berpedoman pada Kemendes (Pemberdayaan) dan Kemendagri (Adm Pemerintahan), ini yang kami padukan,” kata Kadis PMD Sulteng mengawali diskusi, Mohamad Nadir. LAH

Komentar