PALU– Polres Sigi dibantu Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bekerja untuk mencari dan mengungkap siapa pelaku pembunuhan gadis 22 tahun yang mayatnya ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di Sidondo I Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi pada Selasa (21/3/2023) lalu.
Setidaknya sampai dengan Sabtu (25/3/2023) hari ini sudah 10 orang saksi telah dilakukan pemeriksaan oleh polisi untuk mengungkap pelaku tega menghabisi gadis yang bekerja di sebuah toko di Kota Palu.
“Sampai dengan hari ini kami sudah memeriksa 10 orang sebagai saksi,” kata Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari saat menjawab konfirmasi jurnalis di Palu, Sabtu (25/3/2023).
Sugeng mengatakan, pada mayat korban terdapat luka di bagian leher yang diduga akibat benda tajam.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi termasuk orang tua atau kerabat korban, diperoleh petunjuk identitas diduga pelaku.
“Hasil olah TKP, pemeriksaan saksi dan beberapa petunjuk, polisi telah mengantongi diduga identitas pelaku,” tegas mantan Wakapolres Tolitoli itu.
Diduga identitas pelaku inilah yang saat ini fokus dilakukan pencarian oleh polisi, sehingga dia mengimbau agar pelaku sebaiknya segera menyerahkan diri.
“Kami minta tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat membantu kepolisian. Apabila mengetahui diduga pelaku pembunuhan ini yang akan menyerahkan diri, untuk dikawal dan diserahkan kepada kepolisian terdekat guna menghadapi proses hukum selanjutnya,” pungkas Sugeng Lestari.
Sebelumnya diberitakan, personel gabungan identifikasi Polsek Biromaru, Polres Sigi dan Polda Sulteng menemukan identitas mayat perempuan yang ditemukan dalam kondisi terbakar di Desa Sidondo I, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Selasa (21/3/2023).
Kepala Seksi Humas Polres Sigi, AKP Ferry Triyanto mengungkapkan, identitas mayat perempuan tersebut adalah warga Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi.
“Korban diketahui berinisial CT, berusia 22 tahun, warga Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi,” ungkap Ferry Triyanto, Selasa.
Identitas korban kata Ferry diketahui lewat pengakuan keluarga korban. Awalnya, keluarga korban mengetahui kejadian tersebut lewat postingan yang ramai di media sosial (medsos).
“Awalnya keluarga korban lihat postingan di medsos bahwa ada penemuan mayat di Sidondo satu. Saat itu keluarga korban curiga dan datang ke TKP untuk memastikan, ternyata dugaannya betul,” katanya.
Dari keterangan keluarga korban kepada polisi, CT sempat mengantar ibunya pada Senin (20/3/2023) pagi ke rumah sakit di Sigi. Setelah itu korban berpamitan ke Kota Palu untuk kerja kepada ibunya. LAH














Komentar