PALU– Gaji petugas padat karya per Januari 2024 mendatang akan dinaikkan menjadi Rp1 juta per bulan dari sebelumnya Rp750 ribu.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid saat apel pagi bersama ribuan petugas Padat Karya se Kota Palu, di halaman kantornya, Kamis (31/8/2023).
Penambahan insentif tersebut disambut haru ratusan masyarakat Kota Palu yang tergabung dalam program Padat Karya.
Sorak gembira dan tepuk tangan bergemuruh di halaman kantor walikota.
Walikota Palu mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu sudah melakukan proses diskusi bersama Sekretaris Kota dan Bappeda, BPKAD untuk menentukan berapa besaran kenaikan gaji program Padat Parya.
Menurutnya, kenaikan gaji program Padat Karya ini karena memang layak untuk dinaikkan.
Selain atas dasar penghargaan yang diperoleh Pemerintah Kota Palu.
“Gaji dulu yang dinaikkan ya, nanti baru pakaian. Dengan catatan agar bekerja lebih baik lagi. Untuk mengingatkan agar sampah dikeluarkan tepat waktu dan jangan buang sampah disembarang tempat,” kata Hadianto.
Selain itu dia menitip pesan, bagi petugas padat karya yang sudah melaksanakan tugasnya pada pukul 05.30 Wita, agar memperhatikan siapa yang membuang sampah sembarangan.
“Kalian kalau dapat, tolong dicatat dan laporkan. Nanti petugas yang akan mendatangi untuk memberikan sosialisasi dan tindakan supaya kita betul-betul tertib,” tegas Hadianto.
Selain itu, walikota juga mengingatkan agar lorong-lorong juga dibersihkan dan memperhatikan rumput yang sudah tinggi.
Sebelumnya Walikota Hadianto atas nama Pemerintah Kota Palu mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja yang sudah dilakukan terkhusus padat karya.
Karena kata dia, atas hasil kerja keras tersebut menghasilkan penghargaan Green Leadership “Nirwasita Tantra” dan menjadi pencapaian yang besar dan luar biasa, serta menjadi sejarah bagi Pemkot Palu.
“Padat karya merupakan bagian dari pemerintah karena turun langsung dilapangan untuk menjaga lingkungan di Kota Palu hari ini. Tanpa padat karya, penghargaan ini tidak akan didapat,” kata Walikota Hadianto.
Hadianto mengatakan, penghargaan ini merupakan penghargaan nasional untuk kota. Untuk ukuran sedang hanya ada tiga kota yang mendapatkan penghargaan ini, salah satunya Kota Palu.
“Penghargaan ini didapatkan karena kerja padat karya sudah teratur dan tertib, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Dimana di hari Senin sampai Rabu sudah ada titik yang ditetapkan untuk dikerjakan, Kamis ada kerja gotong royong di kecamatan masing-masing dan Sabtu baru kemudian titiknya ditentukan oleh DLH,” ujarnya.
Salah satu Petugas Padat Karya, Asma mengaku ikut senang karena Kota Palu mendapat penghargaan.
Terlebih lagi kata dia, yang bekerja sebagai petugas padat karya bisa mendapatkan kenaikan gaji dari Pemkot Palu.
“Senang le, Alhamdulillah naik lagi gaji tahun depan. Tambah senang kita ba dengar,” ungkap Asma. Saat ini jumlah petugas Padat Karya Kota Palu lebih dari 3.500 orang. HNY













Komentar