Ratusan Warga Salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Halaman Unismuh Palu

-Kota Palu, Utama-
oleh

PALU– Ratusan warga melaksanakan Salat Idul Fitri 1446 Hijriah di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Kota Palu, Sulawesi Tengah Jalan Hang Tuah pada Senin (31/3/2025) pagi.

Salat Idul Fitri di Kampus Unismuh Palu ini dipimpin oleh imam Ustaz Syamsul Mubarok dan bertindak sebagai khatib Ustaz Gazali dengan judul Kedudukan Iman Dalam Islam.

Dalam ceramahnya, Ustaz Gazali menjelaskan, beriman dalam arti sebenar-benarnya iman, iman dalam arti taat dan patuh, taat terhadap semua aturan-aturan yang telah ditetapkan dan patuh terhadap semua perintah serta larangan yang telah dibuat dalam syariat.

Menurutnya, iman bukanlah sekadar percaya, tapi iman adalah mengakui akan kebenaran yang datang dari Allah melalui lisan nabi-Nya serta patuh dan taat terhadapnya.

Karena kata percaya pada hakikatnya tidaklah mendiskripsikan makna iman yang sebenarnya.

“Maka secara pribadi kami menolak translasi kata iman dengan kata percaya, atau dalam translasi Inggris sering disebut dengan to believe untuk pekerjaannya dan believers untuk pelakunya, karena baik kata percaya maupun believe sama sekali tidak menunjukkan arti dari kata iman,” katanya.

Karena kata dia, percaya adalah ranah logika, iman ranahnya hati, percaya bersifat fisik, sedangkan iman bersifat metafisik. Percaya adalah persoal intelektualitas, sedangkan iman spritualitas.

Percaya dapat ditempuh dengan riset ilmiah, tapi iman melalui hidayah dan petunjuk dari-Nya.

Dalam khutbahnya, Ustaz Gazali juga berpesan kepada para muslimah agar memelihara diri dan menundukkan pandangannya serta jagalah aurat.

Karena kata dia, sesungguhnya ada dua permen yang jatuh ke tanah, satu masih terbungkus, sedangkan permen satunya sudah terlepas dari bungkusannya.

“Tahukah kalian bahwa hanya permen yang keluar dari bungkusannya (pakaiannya) yang akan dikerumuni dan digerogoti oleh semut dan terpapar kotoran. Sedangkan yang masih terbungkus tetap terjaga dari debu, semut dan segala jenis kotoran,” tutur Dosen Fakultas Agama Islam Unismuh Palu itu.

Usai khutbah, ratusan jemaah kemudian berjabat tangan untuk saling maaf memaafkan dan mengabadikan dengan foto bersama. CAL

Komentar