JALUR GAZA– Pejuang Palestina menyerang satu pos militer Israel setelah keluar dari terowongan bawah tanah di kota Khan Younis, Gaza Selatan. Kabar itu diungkap media Israel pada Rabu (20/8/2025).
Dua tentara Israel terluka ketika lebih dari 14 pejuang Palestina menyerang posisi militer di dekat poros Morag di Khan Younis, lapor harian Yedioth Ahronoth.
Radio Militer menggambarkan serangan itu sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya dan berbeda,” menambahkan, penilaian keamanan awal menunjukkan orang-orang bersenjata tersebut berusaha menculik tentara.
Surat kabar Israel Hayom juga melaporkan militer yakin para pejuang telah merencanakan untuk menyerbu pos tersebut dan menyandera tentara.
Menurut Radio Militer, pasukan Israel saling tembak dengan para pejuang Palestina, mengklaim mereka menewaskan antara 8 dan 10 pria bersenjata, sementara yang lainnya mundur.
Channel 12 mengatakan para penyerang menembakkan senapan serbu dan granat berpeluncur roket setelah keluar dari terowongan, sementara tank dan pesawat Israel ikut serta dalam pertempuran.
Brigade Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengonfirmasi serangan tersebut, dengan mengatakan beberapa tentara tewas dan terluka dalam serangan tersebut.
Meskipun lebih dari 22 bulan telah berlalu sejak dimulainya perang genosida pada 7 Oktober 2023, faksi-faksi perlawanan Palestina terus melakukan penyergapan terencana di wilayah tersebut, yang mengakibatkan jatuhnya korban di pihak pasukan Israel, menunjukkan ketidakmampuan Tel Aviv dalam mencapai tujuan perangnya.
Israel telah membunuh lebih dari 62.100 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Kampanye militer tersebut telah menghancurkan wilayah kantong tersebut, yang kini menghadapi bencana kelaparan.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah kantong tersebut.
(sumber: sindonews.com)














Komentar