PALU– Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid secara resmi melantik dan mengambil Sumpah/Janji Jabatan 16 Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu pada Rabu (7/1/2026) di Gedung Kesenian Kota Palu.
Pelantikan ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkot Palu dalam memperkuat kinerja birokrasi guna mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan.
Dalam arahannya, Walikota Hadianto menegaskan bahwa mutasi jabatan hendaknya disikapi secara positif.
Menurut walikota, mutasi bukanlah penilaian bahwa pejabat yang dipindahkan tidak berkinerja baik, melainkan upaya untuk memantapkan gerak kerja organisasi.
“Terutama kepada para kepala dinas dan badan yang mengalami mutasi, saya berharap ini disikapi secara positif. Mutasi ini adalah bagian dari strategi kita untuk memperkuat kinerja dan mencapai target bersama. Bukan berarti para kepala dinas yang dimutasi ini tidak baik, justru saudara-saudara adalah figur terbaik yang telah mendampingi kami selama satu periode kepemimpinan,” ujarnya.
Walikota Hadianto menyampaikan bahwa capaian kinerja para pejabat selama ini menunjukkan hasil yang baik, namun masih diperlukan penguatan di beberapa sisi untuk menutupi kekurangan yang ada.
Oleh karena itu, mutasi dilakukan sebagai langkah penyempurnaan. Dia menegaskan, mekanisme mutasi kini lebih dinamis dibandingkan sebelumnya.
“Kalau dulu mutasi harus menunggu dua tahun, sekarang dua bulan ke depan pun bisa saja dilakukan. Karena itu saya berharap kita semua benar-benar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” tegas walikota.
Dalam kesempatan tersebut, walikota menekankan pentingnya pakta integritas yang telah ditandatangani oleh seluruh kepala dinas (kadis).
Walikota bahkan menyampaikan bahwa pakta integritas tersebut tidak hanya ditandatangani, tetapi dibacakan secara rinci olehnya.
“Pakta integritas itu saya bacakan satu per satu, dari jam sembilan pagi sampai jam tiga subuh. Bukan hanya untuk mengetahui pandangan kita terhadap sesuatu, tapi sebagai bentuk keseriusan komitmen,” ungkapnya.
Walikota menyebut para pejabat sebagai pejuang Kota Palu yang menjadi tumpuan utama dalam keberhasilan pembangunan daerah.
“Kalian adalah pejuang Kota Palu. Kota Palu sangat bersandar pada kalian. Tidak ada urusan suka atau tidak suka dalam penempatan jabatan. Semua memiliki dasar pertimbangan dan itu menjadi tanggung jawab saya,” katanya.
Walikota juga mengingatkan agar pakta integritas dijadikan sebagai wujud komitmen kerja bersama yang benar-benar dijalankan, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk masa depan daerah dan generasi mendatang.
Lebih lanjut, walikota menegaskan sejumlah fokus kerja yang harus menjadi perhatian serius, di antaranya penanganan stunting, pengurangan pengangguran terbuka, serta peningkatan kinerja aparatur secara lebih optimal dan terukur.
Meski Kota Palu telah meraih penghargaan terkait penanganan stunting, walikota menilai angka-angka yang ada masih memerlukan perhatian dan kerja keras bersama.
Dalam arahannya, walikota juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian sebelumnya yang berhasil meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.
“Dari target awal Rp300 hingga Rp500 juta, dalam dua tahun pendapatan mampu mencapai Rp3,7 miliar. Namun yang kita kejar bukan hanya pendapatan, tetapi juga pengelolaannya. Jika dikelola dengan baik, berbagai persoalan akan terjawab,” jelasnya.
Hadianto turut menekankan, setiap jabatan adalah strategis dan tidak boleh dipandang sebelah mata.
Mutasi kata dia, bukan semata-mata untuk mengisi jabatan, tetapi untuk memastikan roda pemerintahan berjalan optimal.
Ke depan, Walikota Hadianto berharap penerapan e-office dan sistem SanguPalu dapat segera diselesaikan agar seluruh kinerja perangkat daerah dapat terukur dengan baik.
Walikota juga mewajibkan seluruh kepala dinas aktif dan mudah dihubungi selama 24 jam, kecuali dalam kondisi tertentu.
Menutup arahannya, walikota mencontohkan kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang dinilainya sudah menunjukkan pola kerja yang efektif dan disiplin.
“Semua harus bekerja, bukan hanya satu dua orang. Fokus berpikir dan fokus bekerja. Tunaikan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya,” pungkas Walikota Hadianto.
Adapun 16 nama pejabat tinggi pratama baru yang dilantik oleh Walikota Palu yakni:
Didi Bakran (Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Palu).
Yudhi Riyani Firman (Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya Kota Palu).
Nathan Pagasongan (Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Palu).
Nawab Kursaid (Sekretaris DPRD Kota Palu).
Irmawati Alkaf (Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu).
Zulkifli (Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja Kota Palu).
Royke Abraham (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palu).
Ridwan Mustapa (Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Palu).
Ansyar Sutiadi (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu).
Asharrini Mastura (Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu).
Lukman (Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu).
Amiruddin (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Palu).
Mohammad Ridwan Karim (Kepala Dinas Pariwisata Kota Palu).
Muhamad Akhir Armansyah (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik Kota Palu).
John Yus Madoli (Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kota Palu).
Abidin (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palu).













Komentar