PALU- Ekonomi Sulawesi Tengah (Sulteng) tumbuh 7,79 persen pada triwulan III tahun 2025. Sejak satu dekade terakhir, pertumbuhan ini ditopang oleh industri pengolahan di Kabupaten Morowali.
Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia Perwakilan Sulteng terus memaksimalkan potensi-potensi daerah lainnya, sehingga provinsi ini tidak terlalu tergantung dengan hasil tambang yang jumlah cadangannya setiap tahun terus menurun.
Selain itu, sumber daya mineral seperti nikel dan gas bumi di provinsi ini mayoritas berada di kawasan timur, sementara potensi sumber daya alam lainnya di wilayah barat Sulawesi Tengah juga cukup besar.
Dengan menggerakkan sektor non tambang, akan terjadi pemerataan ekonomi dan manfaatnya akan terasa bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.
Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulteng, Irfan Sukarna saat bersilaturahmi dengan sejumlah pimpinan redaksi media cetak, online dan televisi, Jum’at (30/1/2026), mengaku tengah mendorong hilirisasi kakao dan pengembangan sektor pariwisata.
Menurut Irfan, Sulawesi Tengah adalah basis produksi kakao di Indonesia. Sayangnya, potensi ini belum memberi imbas yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulteng secara umum. Bahkan, kakao yang diproduksi di Sulteng, mayoritas diakui dunia sebagai milik negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura.
“Produksinya disini tapi yang dapat hasilnya Malaysia dan Singapura,” jelas Irfan.
Dia menambahkan, Bank Indonesia Sulteng telah melakukan sejumlah studi tentang hilirisasi kakao ini. Hasilnya bahkan telah diserahkan kepada Kementerian UMKM di Jakarta.
“Sayangnya kami bukan penentu kebijakan hilirisasi kakao ini. Kebijakannya ada di pusat. Tapi hasil studinya sudah kami serahkan ke kementerian,” terangnya.
Tak berhenti sampai disitu, Bank Indonesia Sulteng terus membantu petani hingga pelaku usaha coklat batangan.
“Kami beri bantuan sarana dan prasarana bagi pelaku usaha kakao. Penjualan coklat batangan kita sekarang ada di Sarinah Jakarta,” urai Irfan Sukarna.
Selain hilirisasi kakao, lanjut Irfan, Bank Indonesia Sulteng juga mendorong pariwisata di Kabupaten Banggai Kepulauan.
“Disana ada danau yang indah. Potensi alamnya sangat luar biasa dan sudah dikunjungi turis. Saya sudah kesana,” ujar Irfan.
Dia mengatakan, jika seluruh objek wisata yang ada di Sulawesi Tengah ini dikembangkan, tentu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. GUS












Komentar