PALU – Branch Manager Bank Tabungan Negara (BTN) area Sulteng, Sigit Sulistiyo memastikan bahwa seluruh driver Ojek Online (Ojol) bisa mencicil rumah bersubsidi dengan syarat wajib memiliki rekening tabungan di BTN.
Demikian penegasan Sigit Sulistiyo saat talkshow bertajuk “Outlook Bisnis Property Sulteng 2026: Dari Perlambatan Menuju Stabilitas Pasar yang Realistis” yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah, DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulteng, BTN Cabang Palu, serta produsen Baja Ringan Kencana di Hotel Parama Su, Jalan Domba, Kota Palu, Kamis (12/2/2026).
Sebagaimana diketahui bahwa Ojol adalah pekerja sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu setiap bulannya. Terlebih lagi, driver Ojol tidak memiliki slip gaji yang bisa menjadi referensi petugas perbankan dalam menganalisa calon nasabahnya.
Namun Sigit Sulistiyo menjelaskan, dengan memiliki rekening tabungan di BTN, petugas bank bisa menganalisa penghasilan dan pengeluaran driver Ojol tersebut.
“Kita semua mendukung semua segmen termasuk Ojol, selama dia punya rekening. Bank akan membaca berapa penghasilannya setiap bulan. Jadi tidak hanya orang yang berpenghasilan tetap, tapi pekerja informal juga (dibantu untuk punya rumah),” jelas Sigit.
Dia menambahkan, BTN Cabang Palu mendukung program tiga juta rumah yang digalakkan pemerintah.
Sejauh ini, kata Sigit, BTN Cabang Palu telah menyalurkan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) sebanyak 5.048 unit yang tersebar di 13 kabupaten dan kota dengan market share 53 persen.
Untuk mendukung kelancaran transaksi, BTN telah meluncurkan beragam layanan perbankan, mulai dari kantor operasional, mobile banking (35.552 user), 18 ATM & CRM, 648 Merchant, dan 77 agen BATARA (laku pandai).
Sementara itu, Ketua Ketua DPD APERSI Sulteng, Muhammad Rizal menyebutkan, sebanyak 50 pengembang tergabung dalam organisasi ini.
Dalam menjalankan bisnis perumahan, lanjut Rizal, seluruh anggota APERSI Sulteng wajib mematuhi seluruh regulasi yang ada sehingga masyarakat dapat memperoleh hunian yang nyaman dan layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Sekarang ini tantangan kami adalah lahan, karena pemerintah melarang lahan pertanian untuk dialifungsikan menjadi lahan perumahan. Bisa kita lihat, rumah BTN sekarang sudah jauh (dari kota),” terangnya.
Untuk rumah layak, sambung Rizal, pemerintah telah menerapkan aturan yang sangat ketat, sehingga pengembang wajib mempedomaninya.
“Tapi kami sadar, masih ada juga oknum pengembang yang tidak mematuhi aturan sehingga merugikan konsumen,” ucapnya.
Pada momen yang sama, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sulawesi II, Recky Walter Lahope menjabarkan program strategis pemerintah dalam memberikan hunian dan infrastruktur memadai bagi masyarakat. Dikatakannya, terdapat serangkaian program pemerintah untuk mendukung hal itu.
“Kita masih memiki 300.000 (keluarga) yang belum memiliki rumah. Ini sangat penting yang menjadi konsen. Program 3 juta rumah ini, adalah program bersama. Kita diberikan kelonggaran-kelonggaran melalui program FLPP dengan hitungan cicilan yang sangat mudah. Jadi masyarakat yang dikategorikan sebagai MBR berhak mendapatkan program ini. Di Sulteng, MBR berpenghasilan minimal 3 jutaan. Mereka yang berhak,” terangnya.
Selain mendorong masyarakat untuk memiliki rumah, pihaknya juga tengah mengerjakan program bantuan stimulan pemerintah swadaya (BSPS) ke masyarakat.
Di wilayah kerjanya, BP3KP Sulawesi 2 akan menyelesaikan program 12.000 unit bedah rumah.
“Sulbar 4.000 dan Sulteng 8.000. Ini stimulan, intervensi dari pemerintah berupa bantuan bahan bangunan dan upah kerja,” singkat Recky.
Talkshow yang digelar PWI Sulteng ini dibuka oleh Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulteng, Mahmud Matangara.
Kegiatan ini dihadiri komunitas Ojol Kota Palu, para pelaku UMKM serta guru di Kota Palu.
Kegiatan tersebut berlangsung sangat interaktif dengan keaktifan peserta melakukan interaksi dengan narasumber untuk menemukan masalah-masalah yang selama ini dihadapi oleh masyarakat dalam upayanya memiliki hunian layak. GUS














Komentar