JAKARTA– Hari Raya Idul Fitri identik dengan momen berkumpul bersama keluarga. Dalam beberapa kasus, momen tersebut justru bikin ‘kena mental’ karena pertanyaan peribadi seperti ‘kapan nikah?’, ‘kapan punya anak?’, atau ‘sekarang kerja di mana?’.
Pada kondisi ini, risiko kelelahan mental jadi meningkat. Psikolog sekaligus pengajar Fakultas Ekologi Manusia IPB University Nur Islamiah, MPsi, PhD mengungkapkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengelola stres selama kumpul keluarga di momen lebaran.
Salah satunya dengan cara mengatur ekspektasi diri dan menetapkan batas psikologis.
“Kita tidak punya kewajiban dan memang tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Sering kali kita merasa harus selalu tersenyum, melayani tamu, dan menjaga suasana,” katanya dikutip dari laman IPB University, Rabu (18/3/2026).
Penting untuk mengenal batas diri. Contohnya, dengan cara memilih percakapan yang ingin dilakukan atau mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri.
Nia menegaskan, menetapkan batas waktu dan energi untuk bersosialisasi bukan berarti tidak menghargai orang lain. Ini merupakan bentuk upaya menjaga kesehatan mental.
Menetapkan batas penting dilakukan untuk menjaga kapasitas emosional, sehingga tidak mudah merasa lelah atau tersinggung.
“Memberi ruang bukan berarti menjauh, tetapi cara untuk memelihara kapasitas emosional. Tanpa ruang itu, kita lebih mudah merasa lelah, tersinggung, bahkan merasa kosong meski dikelilingi banyak orang,” ungkap Nia.
Meski pertanyaan-pertanyaan soal pencapaian hidup bikin mental lelah, Nia tetap menyarankan jawaban yang sopan. Beberapa jawaban seperti ‘masih dalam proses’ atau ‘mohon doanya’, cukup menjaga kenyamanan lawan bicara tanpa menjelaskan terlalu banyak.
(sumber: detik.com)














Komentar