TEHERAN– Panglima Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami menegaskan tak ada tolerasi bagi pasukan Amerika Serikat (AS) jika nekat meluncurkan invasi darat. Dia memerintahkan markas operasi untuk memantau setiap pergerakan musuh dan siap untuk melawan metode serangan apa pun.
“Tidak ada pasukan musuh yang boleh selamat jika musuh mencoba operasi darat,” kata Hatami, mengacu pada potensi invasi darat oleh AS, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (3/4/2026).
Pesan dengan bahasa yang lebih keras disampaikan oleh komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Majid Mousavi.
Dalam sebuah unggahannya, yang dimuat oleh Defa Press, Mousavi menanggapi ancaman Presiden AS Donald yang akan mengembalikan Iran ke Zaman Batu, dengan menulis: “Anda sendirilah yang membawa tentara Anda ke liang kubur, bukan Iran, yang ingin mengembalikannya ke Zaman Batu.” “Ilusi Hollywood telah begitu mencemari pemikiran Anda sehingga Anda mengancam peradaban yang berusia lebih dari 6.000 tahun dengan sejarah yang hanya 250 tahun,” paparnya.
7 Juta Rakyat Iran Siap Perang
Sementara itu, pesan politik Iran yang paling tajam disampaikan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, yang mengatakan bahwa kampanye nasional telah menarik jutaan sukarelawan yang siap membela negara.
“Saat ini, dalam waktu kurang dari seminggu, kampanye nasional yang kuat yang melanda negara telah memunculkan sekitar 7 juta warga Iran yang telah maju dan menyatakan mereka siap untuk mengangkat senjata dan membela bangsa kita,” tulis Ghalibaf di X.
Dia menambahkan peringatan yang lebih langsung: “Kalian datang ke rumah kami…kalian akan bertemu seluruh keluarga. Siap tempur, berdiri tegak. Ayo hadapi.” Pernyataan tersebut tidak muncul secara terisolasi.
Baru pekan lalu, Tasnim News Agency melaporkan bahwa lebih dari 1 juta pejuang Iran telah diorganisir untuk kemungkinan konfrontasi darat dengan pasukan AS, sambil menggambarkan masuknya sukarelawan muda yang lebih luas ke Basij, IRGC, dan pusat-pusat militer.
Laporan sebelumnya memberikan angka baru Ghalibaf latar belakang militer dan politik yang lebih jelas: kepemimpinan Iran menyajikan konfrontasi saat ini bukan hanya sebagai pertukaran serangan, tetapi sebagai momen mobilisasi nasional.
(sumber: sindonews.com)











Komentar