Dokter Saraf Ungkap Gejala Stroke Tersembunyi pada Anak Muda

-Kesehatan, Utama-
oleh

JAKARTA– Stroke selama ini kerap identik sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok lanjut usia (lansia). Tetapi, faktanya penyakit stroke semakin sering mengintai kelompok usia muda, bahkan bisa terjadi dalam waktu singkat.

Dalam hitungan menit, saat otak kekurangan pasokan oksigen, sel-sel di dalamnya akan mulai mati. Akibatnya, kemampuan mobilitas, berbicara, hingga kemandirian seseorang sepanjang hidupnya bisa menjadi taruhannya.

Maka dari itu, mengenali gejala awal dengan cepat sangat krusial untuk mencegah kecacatan permanen atau bahkan kematian.

“Sebab itu, pengenalan dan tindakan yang cepat dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah kecacatan atau kematian akibat stroke,” ungkap dokter spesialis bedah saraf di New Era Hospital, India, Dr Sunil Kutty, dikutip dari The Times of India.

Banyak Anak Muda yang Tidak Sadar Gejala Stroke

Banyak anak muda yang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sudah berada dalam risiko tinggi. Penyakit ini bisa menyerang di usia muda secara diam-diam, terutama jika ada faktor risiko tersembunyi seperti gangguan tidur yang mengintai tanpa terdeteksi.

Gejala yang kerap tidak disadari adalah sleep apnea atau gangguan tidur. Para ahli bedah saraf dan spesialis kedokteran menekankan bahwa faktor gaya hidup dan gangguan tidur, seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau henti napas saat tidur.

Itu merupakan salah satu pemicu utama stroke yang sering diabaikan oleh anak muda. OSA adalah kondisi di mana pernapasan seseorang sempat terhenti beberapa kali secara tidak sadar saat sedang tidur.

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, risikonya bisa sangat fatal bagi pasien yang pernah atau berpotensi mengalami stroke.

“Jika OSA tetap tidak diobati pada pasien yang telah mengalami stroke, ada kemungkinan 50 persen terjadi kekambuhan dalam waktu dua tahun,” jelas ahli medis dalam laporan tersebut.

Gejala-gejala seperti mendengkur keras, rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, hingga napas yang sempat terhenti saat tidur bukan sekadar gangguan kecil yang bisa dianggap sepele. Gejala tersebut bisa jadi merupakan alarm dari risiko stroke yang besar.

Kulkarni menekankan, obstructive sleep apnea adalah risiko tersembunyi, bukan hanya untuk penyakit jantung tetapi juga untuk stroke.

Ingat Metode untuk Deteksi Stroke Dini

Mengingat stroke bisa menyerang anak muda secara senyap, para spesialis bedah saraf dan dokter saraf mengingatkan pentingnya memahami tanda-tanda peringatan, yang tidak terlihat melalui metode BE FAST. Setiap huruf dalam metode ini merujuk pada gejala spesifik yang harus segera diwaspadai:

B (Balance): Kehilangan keseimbangan atau koordinasi tubuh secara tiba-tiba.
E (Eyes): Pandangan kabur, penglihatan ganda, atau mendadak kesulitan melihat.
F (Face): Salah satu sisi wajah tampak terkulai atau merosot.
A (Arms): Kelemahan atau rasa mati rasa pada salah satu lengan.
S (Speech): Bicara menjadi cadel, tidak jelas, atau kesulitan berbicara.
T (Time): Jika gejala di atas muncul, segera pergi ke rumah sakit tanpa menunda waktu.

“Stroke adalah keadaan darurat medis,” beber Dr Kutty.

Kecepatan dalam mengenali gejala dan mengobati risiko tersembunyi adalah kunci utama keselamatan pasien. Jika Anda sering mengalami kelelahan ekstrem di siang hari atau mendengkur hebat jangan diabaikan, karena dua musuh senyap ini bisa menyabotase otak dalam sekejap mata.

(sumber: detik.com)

Komentar

News Feed