Minggu, 16 Agustus 2026
BREAKING

TEP Unair Gali Kendala Peternakan dan Pertanian di Desa Tinombala Parimo

TIM Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga terus memperkuat pemetaan potensi dan permasalahan masyarakat di wilayah penugasan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. FOTO: TEP UNAIR

PARIMO– Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) terus memperkuat pemetaan potensi dan permasalahan masyarakat di wilayah penugasan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Pada Jumat (14/8/2026), TEP Parimo menggelar sesi konsultasi di bidang peternakan sekaligus berdiskusi dengan masyarakat terkait berbagai kendala yang dihadapi dalam sektor pertanian dan peternakan.

Ketua TEP, Emy Koestanti Sabdoningrum melalui Ketua Koordinasi Sangidil Kudri kepada jurnalis media ini, Ahad (16/8/2026) mengatakan, kegiatan itu diawali dengan pemaparan program Ekspedisi Patriot kepada masyarakat.

Selanjutnya, tim melakukan pengumpulan data melalui survei kepada peternak dan petani di Desa Tinombala Barat, Desa Tinombala Jaya, dan Desa Tinombala Sejati.

Menurutnya, pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi komoditas, kondisi usaha masyarakat, hingga berbagai persoalan yang berpengaruh terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Di Desa Tinombala Barat, masyarakat memiliki sejumlah komoditas unggulan, di antaranya kangkung, kakao, kelapa, dan cengkeh.

“Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada sejumlah kendala,” katanya.

Pada sektor peternakan, masyarakat menghadapi persoalan kesehatan ternak sapi, khususnya penyakit mulut dan kuku (PMK), serta keterbatasan pengetahuan dan sarana prasarana dalam pengolahan pakan dan limbah feses ternak.

Sementara pada sektor pertanian, tanaman durian menghadapi kendala penyakit bangkalan. Komoditas kakao juga mengalami persoalan berupa buah busuk dan buah bajang atau kopong.

Selain persoalan produksi, masyarakat turut menyampaikan kesulitan dalam memasarkan hasil pertanian. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan menggali kondisi masyarakat di Desa Tinombala Jaya. Mayoritas masyarakat di desa tersebut bekerja sebagai petani kakao, kelapa, dan durian.

Sementara dalam sektor peternakan, terdapat tiga peternak kambing dan dua peternak sapi yang menjadi bagian dari aktivitas peternakan masyarakat setempat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah reproduksi sapi. Peternak menyampaikan adanya sapi betina yang telah dilakukan inseminasi buatan (IB) berulang kali, tetapi belum juga mengalami kebuntingan.

Selain itu, pemberian obat cacing pada ternak juga belum dilakukan secara rutin.

Permasalahan kesehatan dan manajemen pemeliharaan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap produktivitas ternak, menjadi salah satu poin yang mengemuka dalam sesi konsultasi tersebut.

Pada komoditas durian, masyarakat Desa Tinombala Jaya juga menghadapi permasalahan bangkalan. Sementara pada sektor tanaman pangan, petani jagung menghadapi persoalan harga input dan hasil produksi.

Harga bibit jagung dinilai cukup mahal, sedangkan hasil panen jagung kering sawah hanya dihargai sekitar Rp4.500 per kilogram.

FOTO: TEP UNAIR

Potensi Kelompok Ternak Manunggal Jaya

Di tengah berbagai kendala tersebut, Desa Tinombala Jaya memiliki potensi pengembangan peternakan melalui keberadaan kelompok ternak sapi Manunggal Jaya. Kelompok tersebut memiliki satu kandang yang dihuni sekitar 10 ekor sapi yang merupakan milik anggota kelompok.

Dalam pemeliharaannya, sapi-sapi tersebut memanfaatkan rumput gajah dan jerami sebagai sumber pakan. Selain kelompok tersebut, terdapat pula masyarakat yang mengembangkan peternakan secara mandiri. Salah satunya Sumali yang memiliki enam ekor sapi dan 10 ekor kambing.

Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam pemetaan TEP untuk melihat kondisi riil usaha peternakan masyarakat, termasuk pola pemeliharaan, pakan, kesehatan ternak, reproduksi, hingga pengelolaan limbah.

Melalui sesi konsultasi dan survei lapangan, TEP Parimo tidak hanya mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat, tetapi juga memetakan potensi dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi lokal.

Data diperoleh selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan rekomendasi dan program yang lebih tepat sasaran, khususnya untuk mendukung peningkatan produktivitas peternakan, pertanian, serta penguatan ekonomi masyarakat di wilayah penugasan Ekspedisi Patriot.

Kegiatan ini juga terlaksana berkat dukungan Kementrans Republik Indonesia dan Lembaga Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPMB) Unair.

TEP Parimo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan, sehingga kegiatan pemetaan dan konsultasi bersama masyarakat dapat berjalan dengan baik. HAL

SultengTerkini

TEP Unair Gali Kendala Peternakan dan Pertanian di Desa Tinombala Parimo