TEHERAN– Militer Iran kembali menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait dengan rudal dan drone pada Kamis (3/9/2026) pagi dini hari. Serangan ini sebagai lanjutan pembalasan Teheran atas serangan Amerika terhadap republik Islam tersebut pada Selasa lalu.
Angkatan Darat Kuwait mengekaui pihaknya sedang berupaya mencegat serangan rudal dan drone Iran.
Selain di Kuwait, serangan Iran sebelumnya juga menyasar pangkalan AS di Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan wilayah otonom Kurdistan di Irak.
“Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang menghadapi serangan rudal dan pesawat nirawak musuh menyusul agresi keji Iran,” tulis Angkatan Darat Kuwait di platform X, sebagaimana dikutip AFP.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Teheran menyasar pangkalan-pangkalan AS di Kuwait. “Sebagai tanggapan atas kejahatan Amerika terhadap rakyat Iran,” bunyi siaran televisi tersebut.
Iran bereaksi dengan kemarahan setelah Bulan Sabit Merah Iran pada hari Selasa menyatakan bahwa serangan AS menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, dalam sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan negara itu.
Serangan AS tersebut juga melukai lebih dari 50 orang, menurut pernyataan mereka. Menurut Menteri Kesehatan Iran Mohammad-Reza Zafarghandi, 18 orang tewas dalam serangan AS yang menghantam sejumlah provinsi di negara itu pada hari Selasa.
Washington tidak merespons laporan tentang serangan terhadap pesta pernikahan di Iran. Namun, juru bicara Komando Pusat AS (CENCTOM), Tim Hawkins, mengeklaim: “Militer AS tidak pernah menyasar warga sipil, berbeda dengan IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran)”.
Putaran pertempuran terbaru ini bermula ketika Washington menyerang target-target Iran pada hari Ahad, yang merupakan serangan pertama yang diketahui dalam beberapa pekan terakhir.
(sumber: sindonews.com)








