PALU– Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) berkomitmen memenuhi hak-hak perempuan dan anak, termasuk melindung kelompok rentan tersebut dari tindakan kekerasan.
“Komitmen ini tidak hanya sebatas lisan, namun diimplementasikan dalam berbagai program pemerintah,” kata Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid pada pencanangan kelurahan ramah perempuan dan peduli terhadap anak di Palu, Kamis (10/11/2022).
Dia menjelaskan, pencanangan kelurahan rama perempuan dan peduli anak salah satu bagian program Pemkot Palu dalam memenuhi hak-hak mereka, guna mewujudkan kehiduoan perempuan dan anak yang lebih sejahtera.
Sebab, dalam mewujudkan upaya ini tidak bisa hanya dilaksanakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), langkah ini harus disinergikan dengan para pihak.
“Berbicara pemenuhan hak perempuan dan anak sangat kompleks, maka OPD perlu memberikan dukungan sesuai tugas pokok dan fungsi instansi masing-masing,” ujar Hadianto.
Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), lima hak-hak utama perempuan yang harus dipenuhi dalam lingkungannya yakni hak kesempatan bekerja sama seperti laki-laki, hak mendapat kesehatan, hak yang sama dalam pendidikan, hak perkawinan dan keluarga, serta hak dalam kehidupan publik dan politik.
Guna mendukung hak-kah tersebut, katanya, Pemkot Palu telah mencetuskan program sehat Indonesia dengan pola pendekatan berbasis keluarga memiliki 12 indikator, salah satunya mencakup kelurahan ramah perempuan dan peduli anak.
“Ke-53 program jangka menengah Pemkot Palu tidak ada mengabaikan kepentingan perempuan dan anak. Dengan program-program prioritas tersebut tinggal dilakukan penguatan, sehingga Kota Palu ke depan dapat menyandang sebagai kota layak perempuan dan anak,” tutur Hadianto.
Dia menambahkan, berbicara tentang perempuan tidak terlepas dari kekerasan gender, olehnya dalam mendukung langkah pencegahan maka perlu keterlibatan laki-laki, baik dalam hubungan keluarga, rumah tangga, dan sosial masyarakat.
“Keterlibatan kaum pria yakni lewat kampanye ramah perempuan dan anak, baik melalui forum maupun interaksi sosial,” kata Hadianto. ARA










Komentar