PARIGI- Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah (BI Sulteng) memberangkatkan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun 2026 menuju lima pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Kabupaten Touna, Kabupaten Banggai Laut dan Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa (7/7/2026).
Tim yang terdiri dari 15 pegawai Bank Indonesia dari sejumlah provinsi ini membawa uang tunai layak edar sebesar Rp12,24 miliar.
Untuk menuju Pulau 3T tersebut, tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 diangkut menggunakan KRI Lumba-lumba 881 milik TNI Angkatan Laut.
Menurut rencana, ekspedisi ini akan menuju Pulau Wakai dan Pulau Walea di Kabupaten Touna, Pulau Salakan di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Pulau Banggai serta Bokan Kepulauan di Kabupaten Banggai Laut.
Ekspedisi ini dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 17 Juli 2026 mendatang.
Kepala BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna menuturkan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat adalah agenda rutin tahunan BI sejak tahun 2013 guna memastikan ketersediaan uang yang tunai yang cukup, berkualitas, dan layak edar bagi masyarakat yang bermukim di wilayah 3T.
Dia mengatakan, selain sebagai alat tukar yang sah, rupiah juga merupakan simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa, sehingga peredarannya wajib sampai ke seluruh pelosok tanah air.
“Kami bekerjasama dengan Angkatan Laut untuk membantu distribusi uang layak edar. Selain memberi edukasi tentang rupiah kepada masyarakat di 3T, kami juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat,” jelas Muhammad Irfan Sukarna usai pelepasan KRI Lumba-lumba 881 di Pelabuhan Loji Kabupaten Parigi Moutong.
Irfan melanjutkan, Tim Ekspedisi nantinya juga akan tetap menyosialisasikan penggunaan uang non tunai ke masyarakat.
“Penggunaan uang non tunai juga akan kita dorong. Daerah yang punya akses bagus, sudah diupayakan untuk pakai QRIS,” terangnya.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut Palu, Kolonel Marinir Ali Wardhana memerintahkan kepada seluruh kru KRI Lumba-lumba 881 untuk mengawal Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dengan baik.
“Tetap patuhi standar operasional prosedur dalam bertugas agar ekspedisi ini berjalan lancar,” tegas Ali Wardhana.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Rudi Dewanto mengapresiasi program Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini.
“Atas nama pemerintah, kami sangat mengapresiasi program ini, agar masyarakat di wilayah 3T bisa tetap memiliki uang rupiah yang layak edar,” terangnya.
Dia berdoa agar perjalanan Tim Ekspedisi tidak terkendala apapun.
Pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 dihadiri Komandan Korem 132 Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta; Komandan Lanal Palu, Kolonel Marinir Ali Wardhana; Bupati Parigi Moutong Erwin Burase serta sejumlah pejabat tinggi TNI Angkatan Laut serta forum komunikasi pemerintah daerah. GUS








