PALU– Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) kembali mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penerimaan Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran (TA) 2026 yang dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting, Ahad (7/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Kepala Biro (Karo) SDM Polda Sulteng, Kombes Polisi Anton Sudjarwo itu dipimpin langsung oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Irjen Polisi Anwar dari Mabes Polri.
Sedangkan di Polda Sulteng, rakor dihadiri oleh Karo SDM, Kabid Humas Kombes Polisi Djoko Wienartono serta pejabat terkait yang terlibat dalam proses penerimaan terpadu anggota Polri TA 2026.
Dalam arahannya, As SDM Kapolri menegaskan, seluruh tahapan seleksi penerimaan taruna/taruni Akpol TA 2026 harus dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip Betah, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Dia juga kembali menekankan, penerimaan taruna/taruni Akpol tahun ini hanya dilaksanakan melalui satu jalur, yakni reguler nasional.
“Tidak terdapat jalur khusus maupun kuota tertentu seperti kuota mabes, kuota khusus, kuota HAR atau bentuk kuota lainnya,” tegasnya.
Menurutnya, pola rekrutmen tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan proses seleksi yang adil, objektif, dan terbuka bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa yang ingin mengabdikan diri sebagai perwira Polri.
“Pola rekrutmen seperti ini sudah sangat sesuai dengan harapan masyarakat, kelompok LSM, Kompolnas, Ombudsman, serta Tim KPRP yang selama ini turut membantu Polri dalam melakukan monitoring terhadap pelaksanaan rekrutmen Polri TA 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Polisi Djoko Wienartono mengatakan, penegasan dari As SDM Kapolri tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga integritas dan kredibilitas proses rekrutmen anggota Polri.
Dia menuturkan, melalui kebijakan satu jalur reguler nasional dan tanpa adanya kuota maupun jalur khusus, masyarakat tidak perlu ragu terhadap proses seleksi yang sedang berjalan.
“Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara sehat berdasarkan kemampuan dan hasil yang diperoleh selama tahapan seleksi,” ujar Djoko.
Djoko juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta dengan imbalan tertentu.
Dia mengingatkan kepada seluruh peserta dan orang tua agar tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan.
Rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis.
“Kelulusan ditentukan oleh kemampuan peserta sendiri, bukan karena adanya bantuan dari pihak manapun,” tegasnya.
Kabid Humas berharap seluruh tahapan seleksi penerimaan taruna/taruni Akpol TA 2026 dapat berjalan dengan lancar, objektif, dan menghasilkan calon-calon perwira Polri yang berkualitas.
Dia berharap proses seleksi ini mampu melahirkan generasi perwira Polri unggul, berintegritas, profesional, serta memiliki semangat pengabdian tinggi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Selain itu, kami juga berharap kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen Polri semakin meningkat karena seluruh tahapan dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya. CAL










Komentar