Sekjen Gerindra di Palu: Ambang Batas Parlemen akan Berlaku di Daerah

SEKRETARIS Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani didampingi Ketua DPD Gerindra Sulawesi Tengah Longki Djanggola. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dalam Pemilu mendatang diwacanakan akan diterapkan di kabupaten, kota, dan provinsi.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat memberikan arahan pada ramah tamah dan temu kader dalam rangka hari ulang tahun ke 12 Gerindra di kantor DPD Gerindra Sulawesi Tengah (Sulteng), Jalan Elang, Kota Palu,  Senin (10/2/2020) dini hari.

Parliamentary threshold itu bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga akan diberlakukan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota,” kata Ahmad Muzani.

Karena menurutnya, selama reformasi sudah lima kali digelar pemilu mulai tahun 1999, 2004, 2009, 2014 hingga 2019, parliamentary threshold tidak pernah berlaku di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

“Sudah waktunya diuji coba (di daerah). Partai politik yang tidak mencapai parliamentary threshold di provinsi, kabupaten dan kota ya tidak usah duduk (di DPRD),” katanya.

Dia mengatakan, wacana parliamentary threshold di daerah saat ini sedang mengemuka di tingkat nasional karena itu salah satu alasannya datang ke acara Gerindra Sulteng.

Dia berpesan partai tidak boleh jauh dari rakyat. Kalau partai jauh dari rakyat, maka partai itu ditinggalkan rakyat.

Jadi dia meminta semua pejabat partai harus dekat dengan rakyat, pengurus ranting hingga pusat harus dekat dengan rakyat, termasuk pejabat yang dipilih di dewan dan pemerintahan.

“Kuncinya harus dekat dengan rakyat,” ujar orang kedua di DPP Gerindra itu.

Ahmad mengatakan, jika calon gubernur yang ditunjuk dan dipilih menang dan dalam kewenangannya mengabdikan dirinya untuk kepentingan rakyat, maka sama saja partai telah mewakafkan pemimpinnya untuk kepentingan rakyat.

“Longki Djanggola sudah dua periode menjabat sebagai Gubernur Sulteng. Selama dua periode itu rakyat akan mengenang Longki Djanggola sebagai gubernur yang baik. Selain menjadi amal beliau, juga menjadi amal partai,” kata Ahmad Muzani yang juga mantan jurnalis itu.

Olehnya lanjut Wakil Ketua MPR RI, salah satu tanggung jawab partai adalah menciptakan pemimpin-pemimpin yang baik, pro rakyat dan itu adalah tujuan berpartai. CAL

Komentar