
SultengTerkini.Com, DONGGALA– Bupati Donggala Kasman Lassa melakukan audiensi dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama rombongan di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2020).
Bupati Kasman Lassa dalam sambutannya mengatakan, Kepala BKKBN Donggala pada saat melakukan kegiatan di desa-desa koordinasinya bagus kepada kepala daerah dan instansi terkait, sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan baik.
Terkait dengan wilayah Kabupaten Donggala, bupati menyampaikan gambaran singkat yaitu ada 321.625 penduduk yang terbagi di 16 kecamatan, 158 desa dan sembilan kelurahan serta 967 dusun.
“Alhamdulillah inilah Donggala, selain di laut ada juga sektor pariwisata diantaranya yaitu Tanjung Karang, Pelabuhan Donggala, mercusuar yang dibangun oleh belanda dan menara di Kecamatan Balaesang Tanjung,” katanya.
Selain itu, bupati menyampaikan Donggala mempunyai kerajinan yaitu sarung tenun dan memiliki makanan khas yaitu kaledo.
Di akhir sambutannya, bupati atas nama pribadi dan pemerintahan menyampaikan ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada Kepala BKKBN Sulteng yang sudah berkunjung di Donggala dengan harapan agar kedepan dapat mengunjungi desa-desa yang ada di Donggala hingga ke wilayah perbatasan Tolitoli.
Sementara itu, Kepala BKKBN Sulteng, Maria Ernawati mengatakan, terkait dengan tupoksi yang ada di BKKBN, kalau dulu itu hanya mengenal kontrasepsi.
Tetapi kata dia, BKKBN itu dalam perkembangannya sudah diamanatkan oleh presiden mengemban tiga amanah yaitu untuk pembangunan keluarga, keluarga berencana (KB) dan kependudukannya.
Untuk itu, terkait dengan hal tersebut agar Pemerintah Kabupaten Donggala mendukung karena ada program bagan kencana.
“Ini supaya bisa berjalan dengan baik yang hingga kini sudah bagus sekali. Jadi ada peserta KB aktifnya itu sudah hampir 73 persen,” ujarnya.
Di Kabupaten Donggala menurutnya, sudah bagus sekali di bawah pimpinan Lasamaudia.
Tetapi dia mengatakan ada sedikit pekerjaan rumah (PR) buat Donggala yaitu usia kawin pertama pada wanita.
Dimana seluruh perkawinan yang ada di Donggala 19,9 persen usianya masih di bawah 25 tahun.
“Ini bukan hanya PR bagi Donggala saja, tetapi secara nasional juga,” jelasnya.
Dimana jika usia kawin pertamanya yang rendah tentunya akan menghasilkan keluarga yang tidak bagus sehingga akan terjadi angka kematian ibu dan stanting.
Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa dari tupoksi BKKBN peran utamanya adalah keluarga, makà BKKBN dalam rangka Covid-19, memberikan pendampingan kepada keluarga supaya aman dan terjaga dari penyebaran virus itu.
Untuk itu, terkait dengan Covid-19, BKKBN melakukan beberapa aksi diantaranya bagi-bagi masker yang sesuai dengan protokol kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Sigi, Donggala, dan Kota Palu.
Selain itu akan dibagikan pula alat pelindung diri dan sarung tangan, khususnya untuk pelayan kesehatan.
Pada saat ini dia mengatakan tergelitik ketika melihat media sosial, dimana nantinya Covid-19 negatif, tetapi ibunya positif karena stay at home.
Dari hal itu, Kepala BKKBN Sulteng meminta dukungan pemerintah daerah untuk tetap memberikan pelayanan KB di Donggala dan kalau memungkinkan karena banyaknya keluarga-keluarga pra sejahtera di Donggala.
Dari sisi anggaran dia menginginkan pemerintah daerah memberikan dukungan untuk memberikan pembebasan retribusi saat Covid-19 dalam pelayanan KB khususnya.
Kegiatan itu dilanjutkan dengan penyerahan masker secara simbolis oleh Kepala BKKBN Sulteng kepada Bupati Donggala.
Selain itu juga dilakukan penyerahan sarung tangan oleh Kepala Dinas PP dan KB Kabupaten Donggala kepada rumah sakit Donggala. CAL














