
SultengTerkini.Com, PALU– Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, John Wempi Wetibo meresmikan Flyover Pantoloan di Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (27/5/2021) sore.
Dalam peresmian itu hadir Penjabat Sekretaris provinsi Sulteng Mulyono, Wakil Wali Kota (wawali) Palu, dr Reny A Lamadjido, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulteng Muhamad Syukur, Kapolres Palu AKBP Riza Faisal, kepala kejaksaan negeri Palu dan pejabat instansi terkait.
Peresmian flyover itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wamen John Wempi didampingi para pejabat instansi terkait yang sebelumnya didahului penandatanganan prasasti.
Dalam kesempatan itu, Wamen John Wempi menyampaikan penghargaan tulus kepada semua pihak yang terlibatan dalam suksesnya pengerjaan proyek flyover, sehingga bisa dapat digunakan oleh masyarakat Sulteng maupun warga pengguna jalan hingga ke ujung utara Pulau Sulawesi.
Olehnya dia berharap kepada semua pihak untuk menjaga dan merawat dengan baik flyover tersebut.
Sementara itu, Walikota Palu dalam sambutannya yang dibacakan Wawali Reny menyebut salah satu tanggung jawab pembangunan pascabencana yaitu menjadikan ekonomi dan pembangunan di wilayahnya menjadi lebih baik.
Hal tersebut tentunya didukung dengan akselerasi pembangunan infrastruktur yang strategis salah satu contohnya adalam pembangunan Flyover Pantoloan.
“Flyover ini harapannya semakin memperlancar pergerakan manusia dan barang di Kota Palu, terutama integrasi pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu,” ungkapnya.
Selain itu, keberadaan flyover juga diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas pada ruas jalan existing nasional yang saat ini menghubungkan Kota Palu dan daerah lain di Sulawesi.
Sehingga kata dia, secara signifikan flyover akan mendorong interkoneksi wilayah dan mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi pada ruas jalan ini.
Wawali Reny mengharapkan, flyover yang telah dibangun dapat mendorong pengembangan KEK Palu dan mempermudah akses pelabuhan Pantoloan.
Dia mengatakan, untuk mewujudkan pembangunan Kota Palu, pihaknya akan terus ‘Mantap Bergerak’ melalui kerja keras, bergerak cepat, dan bertindak tepat, sehingga menciptakan sinergitas pembangunan yang ada di wilayahnya.
“Semoga rencana pembangunan di Kota Palu pascabencana terus mendapatkan dukungan percepatan pembangunan infrastruktur umum, khususnya penanganan pascabencana bagi korban bencana alam di Kota Palu,” katanya.
Sementara itu sebelumnya, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah, Muhamad Syukur dalam sambutannya mengatakan, proses pembangunan flyover Pantoloan ini dimulai sejak Juli 2019 dan selesai Januari 2020, dengan menelan biaya sebesar Rp 85 miliar bersumber dari dana APBN.
Dia mengatakan, pembangunan flyover ini dilaksanakan oleh PT Pacifik Nusa Indah sebagai kontraktor, PT Maratama Cipta Mandiri selaku konsultan perencana, dan PT Arci Pratama sebagai konsultan supervisi.
Syukur menjelaskan, panjang flyover berukuran 916 meter, panjang struktur 40,8 meter, panjang oprit kiri 340,25 meter, panjang oprit kanan 334,68 meter, dengan lebar total struktur 16,50 meter.
Selanjutnya kata dia, flyover memiliki empat lajur dua arah dengan pondasi tipe tiang pancang 600 mm dengan kedalaman 27 meter. CAL













