Wagub Sebut Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Capai 15,21 Persen, Tetapi…

-Ekonomi, Utama-
oleh

PALU– Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), Ma’mun Amir menerima kunjungan kerja (kunker) pimpinan Banggar DPR RI, Muhidin Said, Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah Departemen Keuangan RI, Astera Bhakti Primanto di Gedung Pogombo, Senin (6/12/2021).

Kunker Banggar DPR RI ke Sulteng memiliki nilai strategis bagi proses pembangunan di wilayah tersebut, terutama dalam pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

“Pertemuan Banggar DPR RI dengan seluruh kepala daerah di Sulawesi Tengah yang juga dihadiri oleh Dirjen Perimbangan Keuangan harus mampu dimanfaatkan oleh seluruh kepala daerah untuk membangun kesepahaman dan juga mencari solusi permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan TKDD,” kata Muhidin Muhammad Said, Wakil Ketua Banggar DPR RI dalam memimpin rapat.

Wagub Ma’mun Amir, Provinsi Sulawesi Tengah memiliki dilema tersendiri dalam pembangunannya. Satu sisi memiliki potensi ekonomi yang besar, potensi tambang Sulawesi Tengah sangat besar, tetapi dana bagi hasil atau DBH yang diterima belum mencerminkan potensinya.

“Pertumbuhan ekonomi Sulteng mencapai 15,21 persen atau lebih tinggi dari nasional, tetapi angka kemiskinan dan penganggurannya juga tinggi,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat untuk memberikan kewenangan lebih besar bagi daerah dalam mengelola potensi ekonomi yang dimilikinya.

Muhidin yang juga merupakan legislator dari Sulteng ini berharap harapan kepala daerah bisa mendapat perhatian dan dicarikan jalan keluarnya dari Dirjen Perimbangan Keuangan. “Kami juga punya komitmen untuk terus memantau pelaksanaan TKDD di seluruh Indonesia agar pelaksanaan TKDD bisa lebih baik dan berkualitas yang tentunya akan mampu meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Muhidin. CAL

Komentar