Kerja Sama Dinkes-BIN, 320 Nakes di Palu Sudah Divaksin Dosis IV

-Utama-
oleh

PALU– Memasuki akhir termin III, salah satu fokus kerja sama vaksinasi Covid-19 antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu dengan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) adalah booster kedua atau dosis IV untuk tenaga kesehatan (nakes).

Terhitung Ahad (4/9/2022), capaian vaksinasi booster kedua untuk nakes adalah sebesar 5,7 persen atau sebanyak 320 nakes.

Sementara itu, capaian untuk dosis I sebesar 100,4 persen atau sebanyak 266.569 orang, dosis II sebesar 74,94 persen atau sebanyak 198.935 orang dan booster atau dosis III sebanyak 66.076 orang atau sebesar 24,9 persen.

“Memang capaian booster kedua untuk nakes ini masih cukup rendah. Ini dipengaruhi masih adanya nakes yang masa vaksin booster pertamanya belum cukup enam bulan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi, Dinkes Kota Palu, Nirnawita, Senin (5/9/2022).

Dia menambahkan, untuk memaksimalkan capaian target vaksinasi tersebut, sejauh ini pihaknya masih tetap memanfaatkan ruang-ruang publik untuk membuka gerai vaksinasi.

“Untuk ruang publik seperti di PGM (Palu Grand Mall) lanjut terus sampai tanggal 13 September nanti sampai berakhirnya masa kerja sama termin ketiga dengan BIN,” katanya.

Selain itu kata dia, pihaknya juga memanfaatkan kegiatan car free day setiap pekannya, dengan membuka gerai vaksinasi.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini pihaknya masih terkendala ketersediaan stok vaksin Pfizer.

“Masih dalam proses permintaan, memang agak kurang stoknya sekarang di provinsi,” katanya.

Sejauh ini, kerja sama vaksinasi antara BIN Sulteng dengan Dinkes Kota Palu, masih tetap menerapkan pola jemput bola, guna mengejar pencapaian target pembentukan herd immunity masyarakat.

Sistem jemput bola yang dimakud adalah membuka gerai-gerai vaksinasi di fasilitas publik ataupun terlibat dalam event-event tertentu.

Guna memaksimalkan pelayanan vaksinasi ke masyarakat, Dinkes Palu masih tetap melibatkan lima puskesmas, sama dengan sebelum-sebelumnya.

“Belum ada perubahan. Cuma mungkin kalau termin tiga kita akan lihat dan evaluasi lagi kalau ada perubahan,” kata Nirnawita.

Lima puskesmas yang dimaksud adalah Puskesmas Kamonji, Lere, Kawatuna, Birobuli, dan Bulili.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Palu, Ilham Arsyad mengatakan, pihaknya menerapkan sistem jemput bola guna mengejar capaian target vaksinasi, khususnya dosis dua dan tiga atau booster.

“Karena masyarakat yang divaksin ini yang mulai berkurang antusiasnya, maka kita lakukan sistem jemput bola. Ada juga kegiatan kita bersama BIN di tempat keramaian atau even-even yang sering dikunjungi banyak orang, seperti di Palu Grand Mall,” ujarnya.

Di tempat-tempat keramaian tersebut, kata dia, pihaknya menyiapkan gerai vaksinasi, lengkap dengan tim vaksinatornya.

“Upaya ini kita lakukan dengan harapan bisa mencapai target, supaya semua masyarakat sudah lengkap vaksinnya, tidak lagi hanya primer tapi sudah lengkap sampai di booster, sehingga terwujud kekebalan atau herd immunity,” jelasnya.

Intinya kata dia, kerja sama dengan BIN ini tetap berjalan. Kapan dibutuhkan, pihaknya siap berkolaborasi untuk mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah. “Khusus yang booster ini, karena kembali lagi ke antusias masyarakat. Sementara kita juga tidak bisa memaksa atau berkeras, jadi intinya kesadaran masyarakat saja. Stok semua jenis vaksin tetap aman,” pungkasnya. */CAL

Komentar