Dua Korban Kapal Terbakar di Luwuk Banggai Ditemukan Selamat, Operasi SAR Ditutup

-Banggai, Utama-
oleh

BANGGAI– Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Pos SAR Luwuk menutup pelaksanaan Operasi SAR kecelakaan kapal KLM Maryam Indah yang terbakar di Perairan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palu, Rusmadi, Senin (15/9/2025) mengatakan, penutupan operasi dilakukan setelah dua korban terakhir berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan setempat pada Sabtu (13/9/2025) sore.

Operasi pencarian yang dimulai sejak pagi hari dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dan dukungan masyarakat setempat.

Pukul 07.00 Wita, tim SAR gabungan menggelar briefing untuk mengecek kekuatan personel, kesiapan alat utama (alut), pembagian tugas, dan arahan keselamatan kerja. Pukul 07.30 Wita, pencarian dilakukan dengan dua Search and Rescue Unit (SRU) menggunakan unit Sea Rider KN SAR Bhisma dan Speed Boat Polairud Luwuk.

Area pencarian ditetapkan dengan radius 5 Nautical Mile (Nm) ke arah selatan dan barat daya.

Pukul 16.35 Wita, tim SAR menerima informasi dari nelayan Desa Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk, bahwa dua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Pukul 17.00 Wita, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing.

Dengan terevakuasinya kedua korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Semua unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang diberikan.

Dalam peristiwa ini, terdapat lima orang korban dengan rincian sebagai berikut yang selamat empat orang yakni Landesa, Marten, La Alami, dan La Hamid.

Kemudian korban meninggal dunia satu orang bernama La Anto.

Berbagai instansi dan elemen masyarakat turut berperan dalam operasi pencarian ini, di antaranya Pos SAR Luwuk, ABK KN SAR Bhisma, Syahbandar Pelabuhan Luwuk, Polres Luwuk, Pos AL, Polairud, KKP, Babinsa, KP3, RSUD Banggai dan masyarakat setempat.

Pihaknya berterima kasih atas kerja sama yang solid dan cepat dari seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat nelayan.

Menurutnya, dengan sinergi yang baik, seluruh korban berhasil ditemukan, meskipun satu korban meninggal dunia. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua dalam meningkatkan keselamatan pelayaran,” ujar Rusmadi. HAL

Komentar