KOPENHAGEN– Denmark berencana memperkuat kehadiran militernya di Greenland sekaligus memberikan penekanan yang lebih besar pada latihan NATO. Langkah tersebut diungkap Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen pada hari Selasa (6/1/2026).
Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Luar Negeri Denmark mengatakan Komite Kebijakan Luar Negeri parlemen akan mengadakan pertemuan pada hari Selasa untuk membahas hubungan Denmark-AS dengan partisipasi Menteri Luar Negeri Lars Lokke Rasmussen dan Poulsen.
“Kami akan memperkuat kehadiran militer kami di Greenland, tetapi kami juga akan memberikan penekanan yang lebih besar pada penyelenggaraan latihan dan peningkatan kehadiran NATO… Dalam hal ini, kami berdiri bersama Amerika,” ujar Poulsen seperti dikutip stasiun televisi Denmark TV2.
Menteri pertahanan Denmark menambahkan Denmark, serta Greenland, adalah anggota NATO. Setelah intervensi militer AS di Venezuela, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, memposting gambar di X dengan peta Greenland yang diwarnai bendera AS, dengan keterangan “SEGERA.”
Sebagai tanggapan, Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, mengatakan Kopenhagen mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial kerajaan. Nielsen menyebut gambar itu tidak sopan.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat, dengan alasan pentingnya bagi keamanan nasional dan kehadiran NATO di Arktik. Dia juga menyebut Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS.
Pulau itu merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada tahun 2009, dengan kemampuan mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan dalam negerinya sendiri.
(sumber: sindonews.com)















Komentar