PALU– Pihak Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyoroti insiden tragis di kawasan tambang emas Kelurahan Poboya, Kota Palu, yang menewaskan seorang pekerja akibat jatuh dan tertimpa material.
“Kami mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera memperketat pengawasan K3 serta melakukan penertiban penggunaan merkuri dan sianida di tambang rakyat demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” kata Kepala Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer dalam keterangan resminya kepada jurnalis, Senin (26/1/2026).
Pihak Komnas HAM Sulteng menegaskan pentingnya perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat dan aman.
Dia mengatakan, sehubungan dengan maraknya aktivitas tambang rakyat di berbagai wilayah, pihak Komnas HAM Sulteng meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan ketat terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna mencegah kecelakaan kerja dan melindungi keselamatan masyarakat sekitar.
Selain itu dia menindak tegas penggunaan merkuri dan sianida yang tidak sesuai ketentuan, mengingat dampak buruknya terhadap kesehatan manusia dan kerusakan lingkungan, termasuk menyita seluruh tromol yang beroperasi dan menutup pabrik pembuatannya.
Kemudian Komnas HAM Sulteng juga meminta menyediakan sosialisasi dan edukasi bagi penambang rakyat mengenai bahaya bahan kimia beracun, mercuri, sianida dan produk-produk lainnnya yang masih menggunakan pendukung kedua bahan kimia berbahaya tersebut serta alternatif teknologi pengolahan emas yang lebih ramah lingkungan.
Harapan Komnas HAM Sulteng menekankan bahwa perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat dan aman adalah prioritas.
Dia berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata untuk menjamin keselamatan para pekerja tambang rakyat.
Livand juga meminta aparat terkait mencegah penggunaan bahan berbahaya (mercuri dan sianida) yang merusak kesehatan dan lingkungan. “Selain itu mewujudkan aktivitas ekonomi yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” tuturnya. HAL














Komentar