Meksiko Rusuh Usai Bos Kartel Narkoba Tewas Tertembak, Siapa Dia?

-Internasional, Utama-
oleh

MEKSIKO– Enam anggota Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) tewas dalam baku tembak dengan militer di negara bagian Jalisco, Ahad (22/2/2026) termasuk sang bos Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau El Mencho.

Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan empat anggota CJNG meninggal dunia dalam bentrokan di Kota Tapalpa, Jalisco, pada Ahad (22/2) waktu setempat atau Senin (23/2) dini hari WIB.

Dua anggota lain, beserta pemimpin CJNG Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau “El Mencho”, tewas dalam perjalanan saat diterbangkan ke Mexico City. Ketiganya terluka parah saat baku tembak.

Menurut Kementerian Pertahanan, tiga aparat militer Meksiko juga terluka dalam operasi tersebut. Mereka telah dibawa ke rumah sakit di Mexico City untuk perawatan.

Baku tembak terjadi di Tapalpa pada Ahad (22/2) saat pemerintah Meksiko menggencarkan penindakan keras terhadap perdagangan narkoba di negara itu.

Operasi ini meletuskan kerusuhan di berbagai negara bagian Meksiko lantaran bos kartel CJNG, El Mencho, tewas.

CJNG merupakan organisasi kriminal saingan Kartel Sinaloa pimpinan Joaquin “El Chapo” Guzman, yang kini ditahan di Amerika Serikat (AS). Kartel ini dituduh bertanggung jawab atas penculikan, penyiksaan, pembunuhan, kanibalisme, dan distribusi fentanil, narkoba terlarang paling mematikan di Amerika.

AS pada Januari membentuk Joint Interagency Task Force-Counter Cartel yang bekerja sama dengan militer Meksiko untuk memberantas operasi kartel di perbatasan kedua negara.

Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko menyatakan operasi militer pada Minggu disokong oleh otoritas AS yang memberikan “informasi pelengkap” mengenai CJNG.

Seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi bahwa satuan tugas AS “memainkan peran” dalam operasi militer. Namun, belum ada rincian tentang keterlibatan mereka dalam pembunuhan El Mencho.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memuji kinerja lembaga-lembaga yang terlibat dalam misi ini.

“Kami bekerja setiap hari untuk perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan Meksiko,” katanya.

Menurut Sheinbaum, aktivitas berjalan normal di sebagian besar negara pasca operasi militer.
Namun demikian, laporan media menyebutkan kerusuhan pecah di berbagai negara bagian Meksiko.

Minimarket hingga pom bensin dibakar massa, bahkan bandara di Guadalajara diserang sekelompok orang.

Beberapa maskapai akhirnya membatalkan penerbangan ke Puerto Vallarta dan Guadalajara hingga waktu yang belum ditentukan.

Siapa El Mencho?

El Mencho merupakan nama alias dari Nemesio Rubén Oseguera Cervantes. Dia lahir di Aguililla Meksiko pada 17 Juli 1966.

El Mencho merupakan pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG). Ini merupakan organisasi kriminal saingan Kartel Sinaloa pimpinan Joaquin “El Chapo” Guzman, yang kini ditahan di Amerika Serikat (AS).

Pada 2024, Kementerian Luar Negeri AS menawarkan hadiah sebesar US$15 juta (sekitar Rp253 miliar) bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai El Mencho.

AS sejak lama memburu El Mencho guna memberantas perdagangan narkotika yang memasuki Washington.

El Mencho merupakan bos kartel yang memimpin 5.000 anggota yang tersebar di setiap benua kecuali Antartika.

Kartelnya, CJNG, dituduh bertanggung jawab atas penculikan, penyiksaan, pembunuhan, kanibalisme, dan distribusi fentanil, narkoba terlarang paling mematikan di Amerika.

Pada Desember 2024, Kementerian Luar Negeri AS menyampaikan anggota CJNG terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap para pejabat Meksiko.

Dilansir dari USA Today, El Mencho lahir pada 17 Juli 1966 di kota pertanian kecil Aguililla, negara bagian Michoacán.

Ia mengadopsi nama Nemesio, yang menurut beberapa orang untuk menhormati ayah baptisnya. Nama itu kemudian disingkat menjadi “El Mencho”.

Orang tua El Mencho adalah buruh tani yang mencari nafkah di Aguililla. El Mencho dahulu hidup susah, bahkan putus sekolah setelah lulus sekolah dasar demi memanen alpukat.

El Mencho kemudian pergi ke Tijuana, kota perbatasan terkenal bagi kartel Meksiko. Di sana, ia mengembangkan bisnis penyelundupan narkoba di San Diego.

Catatan pengadilan dan penjara menunjukkan El Mencho memasuki Amerika Serikat setidaknya tiga kali dan berulang kali dideportasi.

Pasca diperintahkan pergi oleh sebuah organisasi, El Mencho bergabung dengan kepolisian Meksiko di Tomatlán, kota kecil di selatan Puerto Vallarta, negara bagian Jalisco.

Setelah itu, ia kembali ke kampung halamannya di Michoacán dan bergabung dengan Kartel Milenio, sebuah organisasi kriminal yang beroperasi sekitar awal tahun 1990-an.

Milenio menunjuk El Mencho sebagai pembunuh bayaran atau sicario guna memimpin salah satu sel di Guadalajara.

El Mencho menunjukkan performa selama di Milenio. Namun, ia tak kunjung dipromosikan terutama setelah pemimpin Milenio ditangkap atau dibunuh pada 2008 dan 2009.

El Mencho marah dan akhirnya merencanakan balas dendam bersama anggota-anggota lain yang tak puas. Ia muncul sebagai pemenang pada awal 2011 dan membentuk Cártel de Jalisco Nueva Generación.

Kartel El Mencho mendominasi sebagian besar Guadalajara dan mengendalikan pinggiran Jalisco serta negara bagian Colima dan Michoacán.

CJNG telah menyebar ke berbagai negara bagian Meksiko dan meningkatkan kehadiran di Tijuana dan Mexico City.

(sumber: cnnindonesia.com)

Komentar