PARIMO– Setelah sempat dilaporkan hilang dan tidak kembali dari aktivitas melaut, dua nelayan asal Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat melalui operasi SAR gabungan, Sabtu (14/3/2026).
Kedua nelayan tersebut diketahui bernama Gilang Agil (21) dan Agil (19), warga RT 13 RW 06 Kelurahan Bantaya.
Keduanya sebelumnya berangkat melaut sejak Selasa (10/3/2026) sekira pukul 13.00 Wita menggunakan perahu dari pesisir Bantaya untuk mencari ikan di perairan sekira empat jam perjalanan dari daratan.
Biasanya, kedua nelayan tersebut hanya melaut selama satu malam dan kembali ke darat pada keesokan harinya. Namun hingga Jumat (13/3/2026) malam, keduanya belum kembali dan tidak ada kabar mengenai keberadaan mereka, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada tim SAR.
Mendapat laporan tersebut sekira pukul 22.30 Wita, jajaran Satuan Polairud Polres Parimo langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk nelayan, penjaga rumpon, serta kapal-kapal penangkap ikan yang beroperasi di wilayah perairan tersebut.
Kepala Satuan Polairud Polres Parimo, Iptu Gigih Winanda segera menghubungi para pengusaha perikanan untuk menyebarkan informasi kepada penjaga rumpon dan nakhoda kapal agar segera melapor apabila menemukan keberadaan kedua nelayan tersebut.
Pada Sabtu pagi sekira pukul 07.00 Wita, Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Satuan Polairud Polres Parimo, Direktorat Polairud Polda Sulteng, TNI AL, Basarnas, BPBD serta keluarga korban berkumpul di pesisir pantai Bantaya sebagai titik awal pencarian.
Sekira pukul 08.30 Wita, tim kemudian diberangkatkan menggunakan perahu fiber dan mesin tempel untuk menyisir perairan.
Di tengah perjalanan operasi pencarian, Kepala Satuan Polairud menerima informasi dari penjaga rumpon bernama Ilham bahwa kedua nelayan tersebut berhasil menyelamatkan diri dan berada di Rumpon Waras milik seorang nelayan bernama Ipan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Satuan Polairud segera mengarahkan kapal penangkap ikan terdekat untuk melakukan evakuasi.
Kapal KM Arta 04 yang dinahkodai Capt Yoni kemudian bergerak menuju lokasi rumpon dan berhasil mengevakuasi kedua korban ke atas kapal.
Dalam perjalanan kembali ke darat, kapal tersebut bertemu dengan perahu Tim SAR gabungan, sehingga kedua korban selanjutnya dipindahkan ke perahu tim SAR untuk segera dibawa ke pantai Bantaya.
Sekira pukul 12.30 Wita, tim tiba di pesisir Bantaya.
Kedua korban langsung mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Anutaloko Parigi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Salah satu korban diketahui mengalami luka akibat sempat digigit ikan hiu saat terombang-ambing di tengah laut.
Dengan ditemukannya kedua nelayan tersebut dalam keadaan selamat, operasi SAR gabungan secara resmi dinyatakan selesai pada pukul 13.00 Wita.
Kepala Satuan Polairud Polres Parimo, Iptu Gigih Winanda mengapresiasi kerja sama semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari personel Polairud, TNI AL, Basarnas, BPBD hingga para nelayan dan penjaga rumpon yang cepat memberikan informasi di lapangan,” ujar Gigih.
Dia juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut serta memperhatikan kondisi cuaca.
“Kami mengimbau para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca tidak bersahabat. Pastikan juga membawa perlengkapan keselamatan dan selalu berkomunikasi dengan keluarga maupun sesama nelayan agar memudahkan pemantauan jika terjadi situasi darurat,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta koordinasi antarinstansi dan masyarakat dalam menjaga keselamatan para nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut. HAL














Komentar