WASHINGTON– Pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah mengalami kerusakan luas akibat serangan Iran yang jauh lebih parah daripada yang diakui secara publik.
Sumber internal Amerika mengatakan kepada NBC News bahwa dampak kerusakan yang sebenarnya telah ditutup-tutupi dari publik, termasuk bahwa jet tempur F-5 Iran berhasil menembus pertahanan udara AS untuk menyerang pangkalan di Kuwait.
NBC News melaporkan bahwa kesimpulannya didasarkan pada temuan dari lembaga think tank konservatif American Enterprise Institute (AEI) dan wawancara dengan para ajudan Kongres dan pejabat AS lainnya.
Penilaian AEI menemukan bahwa Iran menyerang lebih dari 100 target di 11 pangkalan AS di Timur Tengah, termasuk di Arab Saudi dan Qatar. Dua pejabat mengatakan kepada NBC News bahwa serangan F-5 menandai pertama kalinya pesawat sayap tetap musuh menyerang pangkalan militer Amerika dalam beberapa tahun terakhir. AEI memperkirakan Iran telah menimbulkan kerugian lebih dari USD5 miliar dalam serangan balasannya, menurut laporan NBC News. Itu di luar jumlah 13 anggota militer yang tewas dan hampir 400 tentara yang terluka, menurut perhitungan Pentagon.
Beberapa anggota Parlemen dari Partai Republik dilaporkan kesal karena mereka tidak menerima gambaran lengkap tentang kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan balasan Iran. “Tidak ada yang tahu apa pun. Dan itu bukan karena kurangnya pertanyaan,” kata seorang ajudan Kongres dari Partai Republik kepada NBC News,yang dilansir Minggu (26/4/2026). “Kami telah bertanya selama berminggu-minggu dan tidak mendapatkan detail spesifik, bahkan ketika Pentagon meminta anggaran tertinggi sepanjang sejarah.” Menteri Perang Pete Hegseth dan Presiden Donald Trump sebelumnya menolak anggapan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menimbulkan kerusakan sebesar itu. Trump pada hari Jumat menyatakan bahwa Iran telah “dihancurkan”. Dia menambahkan pada hari Sabtu bahwa Washington memiliki “semua kartu” dalam negosiasi perdamaian. Pentagon tidak menanggapi permintaan komentar, tetapi seorang pejabat AS mengatakan kepada NBC News, “Kami tidak membahas penilaian kerusakan pertempuran karena alasan keamanan operasional. Pasukan kami tetap beroperasi penuh, dan kami terus menjalankan misi kami dengan kesiapan dan efektivitas tempur yang sama.” Gedung Putih dan AEI tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Hegseth mengatakan kepada wartawan pada bulan Maret bahwa rudal Iran tidak akan sampai ke targetnya. “Hampir tidak ada yang dapat mereka lakukan secara militer,” katanya. “Ya, mereka masih akan menembakkan beberapa rudal, tetapi kita akan menembak jatuh rudal-rudal itu,” lanjut dia. ADVERTISEMENT Namun, laporan NBC News mengungkap bahwa sejumlah besar rudal Iran berhasil menembus pertahanan AS di pangkalan-pangkalan Timur Tengah pada suatu titik. Tuduhan penutupan informasi tidak hanya terkait dengan infrastruktur militer. Sebuah analisis oleh The Intercept minggu ini mengeklaim bahwa jumlah korban jiwa anggota militer Amerika juga lebih tinggi daripada yang telah dipublikasikan oleh Pentagon. NBC News melaporkan bahwa Gedung Putih telah meminta perusahaan satelit swasta untuk tidak mempublikasikan gambar pangkalan AS di wilayah tersebut setelah diserang oleh Iran. Permintaan tersebut diungkapkan oleh Planet Labs dalam email tanggal 4 April kepada pelanggan yang menyatakan bahwa larangan publikasi gambar selama 14 hari di wilayah tersebut diperpanjang. Sebelumnya, The New York Times menggunakan data satelit yang tersedia untuk umum untuk menjelaskan sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan Iran pada pangkalan-pangkalan tersebut, menunjukkan perbandingan sebelum dan sesudah serangan balasan Iran.
(sumber: sindonews.com)










Komentar