SIGI– Bahaya peredaran narkoba memang sungguh sangat luar biasa atau dalam istilah hukumnya extraordinary crime. Di Sulawesi Tengah (Sulteng) sendiri berada di peringkat ketiga peredaran narkoba secara nasional.
Demikian disampaikan Sarifuddin Sudding, Anggota Komisi III DPR RI Asal Daerah Pemilihan Sulteng di hadapan ratusan warga saat kunjungan reses di Desa Sidondo I, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi pada Selasa (28/4/2026) sore.
Dia menyebutkan, sepanjang tahun 2025, Polda Sulteng dan jajarannya berhasil mengungkap 706 kasus narkoba dengan 520 diantaranya telah diselesaikan.
Data ini menunjukkan terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat sebanyak 644 kasus atau naik sekira 10 persen.
Hal ini kata dia, harus menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah, karena ancaman narkoba tak lagi berada di pinggiran, tetapi sudah masuk ke ruang hidup masyarakat paling dasar, yakni keluarga dan dunia pendidikan.
Senator dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan pentingnya peran sekolah dalam edukasi dan deteksi dini pencegahan narkoba.
Melalui kurikulum, sekolah dapat mengintegrasikan pendidikan anti narkoba secara sistematis dan berkelanjutan.
Program Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yakni “Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN)” menjadi contoh konkret peran sekolah yang sangat strategis dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Tak hanya itu, Sarifuddin Sudding juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng moral dan penguatan ketahanan individu dalam pencegahan bahaya narkoba.
“Kita harus menyadari bahwa keluarga, khususnya peran orang tua menjadi benteng moral utama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dalam hal ini pola asuh yang baik dapat menurunkan risiko penyalahgunaan narkoba secara signifikan di tengah masyarakat,” ujar lulusan S3 Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat itu.
Begitupun dengan masyarakat juga memiliki peran sebagai sistem kontrol sosial yang sangat penting dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
Sebab, lingkungan sosial masyarakat yang sehat sangat efektif dalam mencegah berkembangnya jaringan peredaran narkoba.
Olehnya kata dia, pencegahan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan kolaboratif atau kerjasama antar pihak yang terkait.
Dalam hal ini peranan sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu adalah tiga pilar utama yang saling melengkapi.

Dalam kesempatan itu, Sarifuddin Sudding juga menyerahkan bantuan ambulans untuk digunakan masyarakat Sidondo secara gratis.
“Saya bangga hadir kembali ke Sidondo. Karena di Sidondo ini adalah keluarga semua, seringkali saya mendatangi, ada orang tua saya Pak Edison. Untuk itu kita sumbang satu ambulans untuk masyarakat Sidondo, digunakan secara gratis,” kata Sarifuddin Sudding yang disambut tepuk tangan meriah dari ratusan warga.
Kunjungan reses Sarifuddin Sudding di Desa Sidondo II itu juga dihadiri Kepala BNN Sulteng Brigjen Polisi Ferdinand Maksi Pasule, Kajari Sigi Irwan Ganda Saputra, Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, Kepala Badan Kesbangpol, Camat, Anggota DPRD Sigi Ardiansyah, pengurus PAN Sigi, serta para tokoh masyarakat setempat. CAL














Komentar