TEHERAN– Angkatan Laut Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menyerang sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) di Teluk Oman. Menurut Teheran, kapal perang yang merupakan “pusat komando dan kendali” di balik serangan Amerika terhadap kapal-kapal komersial Iran.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut Iran mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah apa yang mereka gambarkan sebagai “tindakan agresif” AS, pelanggaran peraturan di Selat Hormuz, dan serangan terhadap pelayaran komersial Iran di Teluk Oman.
Pernyataan itu mengatakan kapal perang Amerika itu diduga mencoba mendekati perairan teritorial Iran di Teluk Oman. “Angkatan Laut Republik Islam Iran menargetkan pusat komando dan kendali dari tindakan permusuhan ini, yang ditempatkan di atas kapal perusak AS,” bunyi pernyataan tersebut, yang dilansir Anadolu, Kamis (4/6/2026).
Lebih lanjut, Angkatan Laut Iran menegaskan pasukannya terus memantau apa yang mereka sebut sebagai aktivitas “Zionis-AS” di wilayah tersebut dan memperingatkan akan adanya pembalasan lebih lanjut.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah klaim bahwa Angkatan Laut Iran menargetkan kapal perusak Angkatan Laut Amerika. “Iran berbohong. Aset militer AS di laut terus terbang, berlayar, dan beroperasi dengan aman dan tanpa hambatan,” tulis CENTCOM di X.
Juga pada hari Rabu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim bahwa rudal yang menghancurkan Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait bukan milik Iran, melainkan rudal pencegat yang ditembakkan sistem pertahanan Patriot AS.
Namun, CENTCOM lagi-lagi menyangkal klaim Iran tersebut. “Klaim itu salah dan bahwa Iran menargetkan bandara dalam serangan yang disengaja, terencana, dan tidak dapat dibenarkan,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya pada hari Rabu, Kuwait membantah bahwa wilayah udaranya digunakan AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Negara Teluk itu juga sependapat dengan narasi Washington bahwa bandaranya dihantam oleh rentetan rudal dan drone berat oleh Iran pada Selasa tengah malam atau Rabu dini hari, yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 63 lainnya.
Rekaman video dari bandara menunjukkan kerusakan yang luas, dengan kebakaran berkobar di terminal satu, atap runtuh, dan kepulan asap tebal.
Setelah serangan tersebut, juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait Brigadir Jenderal Saud al-Otayan mengutuk apa yang digambarkannya sebagai “agresi kriminal Iran”.
(sumber: sindonews.com)














Komentar