MOUTONG– Warga Dusun V Toleyan, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas dalam kondisi tergantung di sebuah pondok kebun pada Sabtu (6/6/2026) sekira pukul 15.00 Wita.
Kapolsek Moutong, AKP Felix Alfons Saudale, Ahad (7/6/2025) mengatakan, penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang petani bernama Kasim Olii (50) yang hendak menuju kebunnya.
Saat melintas di sekitar pondok milik Delime, saksi melihat sesosok orang dalam keadaan tergantung di dalam pondok.
Menyadari kejadian tersebut, saksi segera kembali ke kampung untuk memberitahukan warga dan keluarga yang diduga mengenali korban.
Tak lama berselang, saksi bersama sejumlah warga kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Moutong bersama Tim Buser Polres Parimo, Bhabinkamtibmas, dan tim medis Puskesmas Moutong langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas melakukan pengamanan lokasi, olah TKP, serta mengevakuasi korban dengan bantuan warga sebelum dibawa ke RSUD Buluye Napoa’e, Kecamatan Moutong.
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim medis yang dipimpin dokter Dewi Kumalasari, kondisi jasad telah mengalami pembusukan cukup lanjut dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 10 hingga 20 hari sebelum ditemukan.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah ciri fisik korban tidak lagi dapat dikenali, sehingga menyulitkan proses identifikasi.
Selain melakukan olah TKP, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi, di antaranya dua parang, celana pendek warna biru, senter kepala warna hijau, tali nilon warna biru tua, botol minuman, serta alat isap narkotika jenis sabu-sabu berupa kaca pirek.
Kapolsek Felix Alfons menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan identitas korban sekaligus mengungkap secara pasti penyebab kematian yang bersangkutan.
“Kami telah melakukan langkah-langkah kepolisian berupa pengamanan TKP, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan bahan keterangan serta koordinasi dengan tim medis. Saat ini fokus kami adalah mengidentifikasi korban dan memastikan penyebab kematiannya melalui proses penyelidikan yang profesional, transparan, dan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan,” tegasnya.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait identitas korban agar segera melapor kepada pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, jasad korban masih berada di kamar jenazah RSUD Buluye Napoa’e untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengungkap secara utuh peristiwa yang menggemparkan warga Desa Lobu tersebut. CAL














Komentar