JAKARTA– Buah dan sayuran dikenal sebagai bagian penting dari pola makan sehat. Namun, sejumlah jenis buah dan sayur ternyata lebih sering ditemukan memiliki residu pestisida dibandingkan lainnya.
Environmental Working Group (EWG) setiap tahun merilis daftar Dirty Dozen, yang menyoroti berbagai jenis buah dan sayuran dengan tingkat paparan pestisida paling tinggi berdasarkan hasil pengujian terbaru.
Daftar tahun 2026 ini dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam memilih bahan makanan, termasuk kapan sebaiknya mempertimbangkan produk organik.
Daftar Buah dan Sayur Paling Terkontaminasi Pestisida
Berikut sejumlah buah dan sayur yang paling terkontaminasi pestisida menurut EWG.
1. Bayam
EWG menyebut bayam mentah sebagai jenis produk pangan yang memiliki “residu pestisida lebih banyak berdasarkan berat dibandingkan jenis produk lainnya”.
Para ahli menyarankan untuk memilih produk organik atau yang ditanam tanpa bahan kimia konvensional jika memungkinkan. Namun, ada alternatif lain yang dapat dipertimbangkan, seperti buah dan sayuran beku.
“Jika membeli bayam konvensional (ditanam menggunakan berbagai bahan kimia), bilas hingga bersih. Pengecualian untuk aturan ini adalah jika bayam sudah dicuci sebelumnya. Jangan dicuci ulang; Anda kemungkinan akan memasukkan bakteri,” kata ahli diet Lindsay Malone, RDN, LD, dikutip dari laman Real Simple.
2. Kale
Ketika diuji, EWG menemukan bahwa lebih dari 50 persen sampel kale mengandung pestisida yang berpotensi menyebabkan kanker. Sementara itu, sayuran berdaun hijau lainnya, seperti sawi dan sawi putih, juga termasuk dalam kelompok berisiko tinggi.
“Prioritaskan kale organik jika memungkinkan. Jika tidak, buang daun bagian luarnya dan cuci bersih,” kata Malone.
3. Stroberi
EWG merekomendasikan untuk mencuci stroberi segar sebelum dikonsumsi. Adapun beberapa buah alternatif yang berisiko lebih rendah terpapar pestisida, yaitu pisang, semangka, kiwi, mangga, dan pepaya.
4. Anggur
Anggur merupakan buah lain yang secara konsisten menempati peringkat tinggi dalam hal paparan pestisida. Hal ini sebagian karena kulit anggur yang tipis dan tandannya membuat anggur lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh.
“Jika membeli anggur konvensional, bilas anggur secara menyeluruh dan ganti dengan buah-buahan yang residunya lebih rendah seperti pisang atau nanas,” kata Malone.
5. Nektarin dan Persik
Kedua jenis buah berbiji ini cenderung memiliki tingkat paparan bahan kimia yang lebih tinggi. Persik mungkin sedikit lebih tinggi dibandingkan nektarin karena memiliki kulit yang tipis dan berbulu halus.
“Nektarin dan persik memiliki kulit tipis dan lebih rentan terhadap penyerapan pestisida,” kata ahli diet Debbie Bessen, RD, CSO.
6. Ceri
Ceri juga termasuk buah yang perlu mendapat perhatian lebih, terutama jika tidak membeli ceri yang telah bersertifikat organik. Menurut Bessen, merebus, memblansir (blanching), dan menumis buah serta sayuran dapat membantu mengurangi residu pestisida.
Namun, proses tersebut juga berpotensi mengurangi kandungan nutrisi. Meski demikian, tidak semua nutrisi terdampak dengan cara yang sama. Beberapa zat, seperti antioksidan, relatif tetap stabil.
Jika ceri memang akan dimasak, buah ini dapat diolah menjadi kompot sederhana untuk disantap bersama yogurt atau oatmeal.
“Membuat selai buah dari ceri merupakan salah satu cara memasak yang dapat mengurangi kandungan pestisida,” kata Bessen.
Prosesnya pada dasarnya dilakukan dengan merebus buah dan menambahkan rempah-rempah, serta terkadang gula, madu, atau sirup maple.
7. Apel
Apel biasanya selalu masuk dalam daftar Dirty Dozen. Sebab, apel disiram dengan bahan kimia setelah dipanen. Jadi, pilih apel organik atau bilas secara menyeluruh.
Jika khawatir, Bessen menyarankan untuk mengupas kulitnya. Cara tersebut bisa mengurangi kandungan pestisida secara signifikan.
“Dalam penelitian saya, mengupas adalah cara paling efektif untuk mengurangi pestisida,” katanya.
“Namun, kulit apel mengandung nutrisi berharga seperti serat, vitamin, mineral, dan antioksidan-sebuah pertukaran nutrisi,” lanjutnya.
8. Blackberry
Blackberry tidak selalu masuk dalam daftar Dirty Dozen. Bukan karena buah ini bebas dari pestisida, melainkan karena sebelumnya tidak selalu diuji. EWG menyebut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) kembali menguji buah tersebut pada 2023.
“Beri-berian merupakan salah satu jenis buah yang pertama kali saya sarankan untuk dibeli dalam bentuk organik,” kata Johanna Hellrigl, koki sekaligus anggota dewan Environmental Working Group.
Menurutnya, blackberry memiliki tekstur yang lembut dan sangat berpori serta secara konsisten ditemukan mengandung beberapa residu pestisida.
Jika tidak mendapatkan blackberry organik, Hellrigl menyarankan untuk merendamnya sebentar dalam campuran soda kue dan air (sekitar 1 sendok teh soda kue per cangkir air) untuk memecah beberapa residu permukaan secara lebih efektif daripada hanya menggunakan air.
9. Pir
Menurut EWG, pir merupakan salah satu buah yang paling terkontaminasi pestisida dalam daftar *Dirty Dozen*.
“Pir cenderung membawa residu di kulitnya, jadi saya memprioritaskan pir organik jika saya tahu akan memakannya mentah,” kata Hellrigl.
“Jika Anda membeli pir konvensional, mengupasnya adalah salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi paparan, meskipun Anda kehilangan sebagian serat dan nutrisi,” lanjutnya.
Saat ingin dimakan mentah, Hellrigl menyarankan untuk membilas atau merendam buah dengan soda kue terlebih dahulu, baik buah tersebut organik maupun tidak. Membilas di bawah air mengalir juga dapat membantu mengurangi kotoran di permukaan, tetapi tidak ada metode yang dapat menghilangkan semuanya.
10. Kentang
Tambahan baru dalam daftar Dirty Dozen adalah kentang. Menurut Hellrigl, kentang merupakan sayuran akar yang bisa menyerap pestisida dari tanah dan dari perlakuan pascapanen.
“Saya merekomendasikan untuk membeli kentang organik jika memungkinkan, terutama jika Anda menggunakan kulitnya,” katanya.
Jika Anda menggunakan kentang nonorganik dan membuat sesuatu seperti mashed potato, ketika kulitnya sering kali tidak dibutuhkan, Hellrigl mengatakan mengupas setelah direndam dalam soda kue dapat secara signifikan mengurangi paparan permukaan.
11. Blueberry
EWG menyatakan, blueberry diketahui mengandung jejak beberapa jenis pestisida beracun. Seperti yang direkomendasikan pada buah-buah sebelumnya, pilih blueberry organik.
“Blueberry kembali menjadi perhatian karena jumlah dan jenis residu pestisida yang ditemukan, dan lapisan lilin alaminya dapat memerangkap apa pun yang ada di permukaannya,” kata Hellrigl.
Bolehkah Buah-Sayur Dicuci dengan Sabun?
Dikutip dari laman Food and Drug Administration (FDA), mencuci buah dan sayuran dengan sabun, deterjen, atau cairan pembersih khusus produk segar tidak dianjurkan.
Buah dan sayuran memiliki permukaan berpori, sehingga sabun dan deterjen rumah tangga dapat terserap ke dalam bahan pangan meskipun sudah dibilas hingga bersih. Hal tersebut bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
Selain itu, keamanan sisa bahan dari produk pencuci buah dan sayuran komersial belum diketahui, sementara efektivitasnya juga belum terbukti melalui pengujian.
Dengan demikian, diperlukan kehati-hatian dalam mencuci buah dan sayur. Cukup cuci semua hasil pertanian secara menyeluruh di bawah air mengalir.
(sumber: detik.com)








