PALU– Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menerima kunjungan Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah bersama Pimpinan Daerah (PD) se Sulawesi Tengah (Sulteng) di rumah jabatannya, Ahad (16/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan setelah pelaksanaan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Tahun 2026 PW Muhammadiyah Sulteng.
Dalam suasana penuh keakraban, Walikota Hadianto mendengarkan berbagai pandangan, aspirasi, serta harapan yang disampaikan para pemuda Muhammadiyah yang berasal dari sejumlah pengurus daerah di Sulteng.
Pada pertemuan itu, para pengurus Pemuda Muhammadiyah menyampaikan apresiasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di Kota Palu di bawah kepemimpinan Walikota Hadianto Rasyid.
Mereka menilai perkembangan Kota Palu dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Sulteng.
Para Pemuda Muhammadiyah juga berharap terbangun kerja sama dan sinergi yang semakin baik antara pemerintah daerah dengan organisasi kepemudaan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mendorong lahirnya program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus diharapkan menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama, sehingga berbagai praktik baik yang telah dilakukan di Kota Palu dapat menjadi rujukan dan diimplementasikan di daerah lain di Sulteng.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Hadianto menegaskan, para pemuda Muhammadiyah memiliki peran penting dalam membawa perubahan di daerah masing-masing.
“Kalianlah yang mewujudkan itu di daerah masing-masing. Kita tidak bisa berpikir kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Padahal semua yang dilaksanakan tergantung niatnya,” ujarnya.
Dia mengingatkan, keberadaan pemuda dalam organisasi bukanlah sesuatu yang sederhana.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda.
“Menjadi pemimpin di organisasi kepemudaan itu bukan ecek-ecek. Jejak rekamnya jelas dan tidak terbantahkan. Tinggal kalian yang harus melakukan apa yang bisa dilakukan,” tegasnya.
Hadianto juga mendorong para Pemuda Muhammadiyah untuk mulai mempersiapkan diri menjadi pemimpin di daerah masing-masing.
Walikota menilai Sulawesi Tengah membutuhkan generasi muda yang memiliki kapasitas, integritas, serta keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan.
“Kalian harus mempersiapkan diri kalian untuk menjadi pemimpin di daerah kalian masing-masing,” pesan walikota.
Selain itu, Walikota Palu mengingatkan agar organisasi kepemudaan tetap memiliki independensi dan tidak mudah dipolitisasi.
Walikota meminta para pemuda untuk mengarahkan energi organisasi pada kegiatan-kegiatan yang benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kalian tidak boleh dipolitisasi. Buat kegiatan yang memang memberikan dampak,” kata walikota.
Walikota Hadianto juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi Pemuda Muhammadiyah maupun masyarakat secara umum untuk berdiskusi dan menyampaikan gagasan kepada Pemerintah Kota Palu.
“Silakan datang ke kediaman. Pemerintah Kota Palu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat seluas-luasnya. Saya tidak mau ada sekat antara pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.
Walikota berharap komunikasi yang terbuka tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pertemuan bersama Pemuda Muhammadiyah se Sulteng ini pun menjadi bagian dari upaya membangun jejaring kolaborasi antardaerah, sekaligus mendorong pemuda agar mengambil peran strategis dalam pembangunan di wilayahnya. CAL








