
SultengTerkini.Com, PALU– Setelah dua orang anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT), kelompok sipil bersenjata di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah menyerahkan diri ke pihak kepolisian, kini masih tersisa belasan orang lagi yang belum tertangkap dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kapolda Sulteng, Irjen Polisi Syafril Nursal mengimbau kepada belasan anggota MIT Poso yang saat ini masih dalam pengejaran untuk segera menyerahkan diri kepada aparat berwajib.
“Kalau tidak, terus kami kepung sampai tertangkap semua,” tegas Kapolda Syafril Nursal kepada sejumlah jurnalis saat tiba di Bandara SIS Al-Jufri Palu dari Kabupaten Poso dengan menggunakan helikopter, Jumat (20/3/2020) sore.
Dua orang anggota MIT yang menyerahkan diri berinisial MF alias Th alias Im dan ST alias Ud alias Us, masing-masing pada 16 dan 17 Maret 2020.
Kapolda Syafril Nursal mengungkapkan, dua anggota MIT yang menyerahkan diri itu diketahui masih berumur di bawah 20 tahun dan merupakan anggota baru dalam jaringan kelompok tersebut.
Keduanya menyerahkan diri karena merasa tidak kuat akibat Operasi Tinombala yang terus mengepung.
“DPO berinisial Ud bergabung sejak Desember 2019 dan MF bergabung sejak Februari 2020,” jelasnya.
Untuk peran keduanya cukup signifikan, dimana MF berperan mengantar orang-orang yang akan bergabung.
Sementara Ud bekerja sebagai penghubung ke jaringan MIT yang ada di lokasi persembunyian.
Selain itu, juga berperan merekrut para calon yang akan bergabung.
Terkait asal usul dua anggota MIT Poso yang menyerahkan diri tersebut, Kapolda Syafril Nursal mengungkapkan, merupakan warga Kabupaten Poso.
“Semua warga Poso. Mereka bergabung setelah terdoktrin dengan kelompok mereka,” jelasnya. MAD









