Imelda Liliana akan Atasi Keluhan Warga Palu Soal Bantuan Pascabencana

KAMPANYE tatap muka Calon Walikota Palu nomor urut 4, Imelda Liliana Muhidin di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, pada Sabtu (7/11/2020).

Sulteng Terkini.Com, PALU– Puluhan warga Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga mengeluhkan penanganan pascabencana di Kota Palu, Sulawesi Tengah saat menghadiri kampanye tatap muka Calon Walikota nomor urut 4, Imelda Liliana Muhidin pada Sabtu (7/11/2020).

Warga menyebut, pascabencana hingga hari ini tidak pernah tersentuh bantuan apapun.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sebagian besar kalangan ibu rumah tangga itu turut mengeluhkan bantuan bagi para pelaku usaha menengah kecil mikro.

Menurut mereka, prosedur dan sistem pendataan untuk memperoleh bantuan sangatlah sulit. Bahkan beberapa diantaranya menyebut, bantuan terkesan hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu.

“Kami ini orang Jawa, tapi KTP Palu. Dari sejak bencana sampai sekarang biar air mineral saja tidak dapat. Disuruh ke lurah, pas sampai disana dibilang bantuan sudah dikasih ke RT. Pas kami ke RT, dibilang tidak ada sama sekali bantuan. Apalagi sekarang, kami mau mengajukan modal usaha, kayak susah sekali. Justru orang-orang yang tidak punya usaha dapat bantuan, ya tidak tahulah bu kenapa itu,” keluh warga kepada Imelda.

Menyikapi permasalahan itu, Liliana berjanji membenahi sistem data base masyarakat. Hal itu diakuinya sangat penting.

Sebab, keluhan yang disampaikan oleh masyarakat, tidak akan terjadi apabila database penduduk Palu tidak bermasalah.

“Jika saya terpilih, masalah yang disampaikan oleh ibu-ibu ini tidak akan terjadi. Karena salah satu fokus utama kami ketika menjabat nantinya membenahi database masyarakat. Ini penting, karena akan berpengaruh terhadap penyaluran bantuan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu,” ungkapnya.

Kedepan, dirinya bersama Arena Parampasi juga memiliki program unggulan lainnya diantaranya kuota internet gratis bagi para siswa-siswi SD dan SMP se Kota Palu.

Hal itu dilakukan guna mendukung pembelajaran luring selama masa pandemi ini.

“Saya juga punya program kouta internet gratis, yang nantinya kami akan bekerja sama dengan pelbagai providers, supaya anak didik kita dapat merasakan pembelajaran secara merata. Pemerataan sarana prasarana di seluruh sekolah yang menjadi kewenangan kota juga akan kami lakukan,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Imleda juga turut mencoba olahan pangan dari para pelaku usaha masyarakat. HAL