TEHERAN– Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menyerang kapal kargo raksasa MSC Sariska, yang berafiliasi dengan Amerika Serikat (AS)-Zionis Israel, dengan rudal jelajah di dekat perairan Irak.
IRGC klaim serangan tersebut sebagai balasan setelah Amerika menyerang kapal komersial Iran; Lian Star, dengan rudal di Laut Oman. Serangan balasan ini diumumkan Departemen Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC pada hari Selasa (2/6/2026).
“Sebagai respons atas serangan agresif oleh tentara AS yang teroris dan pembunuh anak-anak terhadap kapal Iran Lian Star di Laut Oman, Angkatan Laut IRGC melakukan operasi balasan dan menyerang MSC Sariska dengan rudal jelajah,” demikian pengumuman tersebut, yang dilansir Sepah News.
MSC Sariska, kapal berbendera Panama, menjadi sasaran di dekat perairan Irak dan mengalami ledakan besar. Angkatan Laut IRGC memperingatkan bahwa agresi lebih lanjut oleh tentara AS di wilayah tersebut akan direspons dengan tegas.
Pada Jumat lalu, sebuah jet tempur AS menembakkan rudal AGM-114 Hellfire ke ruang mesin kapal kargo Lian Star, melumpuhkan kapal tersebut. Lian Star adalah kapal komersial yang beroperasi di perairan internasional ketika menjadi sasaran.
Otoritas Selat Teluk Persia mengatakan telah memproses lebih dari 300 permintaan transit sejak Mei. Sebagian besar permintaan ini berasal dari kapal yang berangkat, yang mencakup 77 persen dari total permohonan. Kapal yang masuk mencakup 23 persen sisanya. Iran menuduh Amerika Serikat melakukan tindakan terorisme maritim yang disponsori negara. Aksi saling serang ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di perairan strategis Laut Oman dan Teluk Persia.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan menyerang infrastruktur sipil dan militer.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan telah berlaku sejak awal April, tetapi Washington terus memberlakukan blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan Iran.
Iran telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan mentoleransi pelanggaran kedaulatan apa pun dan bahwa setiap tindakan agresi akan ditanggapi dengan respons yang proporsional dan tegas.
Angkatan Laut IRGC telah mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz dan telah memperingatkan bahwa setiap campur tangan oleh pasukan militer asing akan dibalas dengan tindakan tegas.
(sumber: sindonews.com)










Komentar