PALU– Pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palu mencatat sebanyak 84 kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Kepala Satlantas Polresta Palu, AKP Atmaji Sugeng Wibowo, Rabu (15/4/2026) mengatakan, angka ini menunjukkan keselamatan berlalu lintas masih menjadi perhatian serius di wilayahnya.
Pada Januari tercatat 27 kasus lakalantas dengan dua korban tewas, 14 luka berat (LB), dan 25 luka ringan (LR), serta kerugian materi sebesar Rp81.800.000.
Sementara Februari terjadi 30 kasus dengan dua korban tewas, 19 luka berat, dan 27 luka ringan, dengan kerugian materi Rp44.650.000.
Memasuki Maret, jumlah kecelakaan terjadi sebanyak 27 kasus dengan peningkatan korban tewas menjadi lima orang, 16 luka berat, dan 33 luka ringan.
Kerugian materi pada Maret juga meningkat signifikan hingga Rp297.500.000.
Secara total, jumlah kecelakaan mencapai 84 kasus dengan sembilan korban tewas, 49 luka berat, dan 85 luka ringan. Adapun total kerugian materi mencapai Rp423.950.000.
Atmaji menyampaikan, pihaknya terus berupaya menekan angka kecelakaan melalui langkah preventif dan penegakan hukum.
Dia menegaskan, peningkatan patroli serta edukasi kepada masyarakat terus dilakukan, khususnya di titik rawan kecelakaan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas.
Dia mengingatkan agar masyarakat selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Satlantas Polresta Palu berharap adanya kesadaran bersama dari masyarakat sehingga angka lakalantas dapat ditekan pada bulan-bulan berikutnya. CAL











Komentar