Ketua Dekranasda Palu Ajak Mahasiswa Manfaatkan Digitalisasi Secara Maksimal

-Kota Palu, Utama-
oleh

PALU– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Palu, Diah Puspita menjadi salah satu narasumber dalam Talkshow Kewirausahaan yang digelar pada Rabu (3/6/2026) di halaman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tadulako (Untad).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke 63 Fisip Untad Tahun 2026 yang menghadirkan mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman dan wawasan mengenai dunia kewirausahaan.

Dalam paparannya, Diah Puspita memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah berani memulai usaha sejak masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Expo dan kewirausahaan ini luar biasa. Adik-adik mahasiswa sudah berani memulai berwirausaha sambil kuliah. Di tengah era disrupsi global dan perubahan yang sangat cepat, termasuk transformasi digital, mahasiswa merupakan kelompok yang sangat tepat untuk memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara berkomunikasi hingga cara bekerja dan berbisnis.

“Dulu sebelum teknologi berkembang seperti sekarang, berkomunikasi sangat sulit. Sekarang semuanya serba cepat. Tidak hanya itu, teknologi juga mengubah cara kerja dan cara kita menjalankan bisnis. Saat ini tidak menutup kemungkinan usaha yang dijalankan secara online bisa berkembang lebih pesat dibandingkan usaha yang hanya mengandalkan sistem offline,” katanya.

Ketua Diah menekankan, mahasiswa ke depan tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga harus mampu menjadi pembuka lapangan pekerjaan melalui berbagai peluang yang tersedia di era digital.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Diah juga membagikan pengalaman perjalanan kariernya sejak bekerja di Jakarta sebelum menikah hingga akhirnya menetap dan berkarier di Kota Palu.

Ketua Diah turut menceritakan kiprahnya sebagai pelaku usaha dan owner Taipa Beach, salah satu destinasi rekreasi yang dikenal masyarakat Kota Palu.

Lebih lanjut Ketua Diah mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan digitalisasi secara maksimal.

Menurutnya, media sosial saat ini dapat menjadi sarana pemasaran yang efektif bahkan tanpa memerlukan modal besar.

“Kalian harus memanfaatkan digitalisasi ini tanpa batas. Dengan modal nol rupiah pun, kalian sudah bisa memperkenalkan produk kepada masyarakat, meskipun lokasi usaha berada di dalam lorong. Kanal media sosial bisa dijadikan pasar. Karena itu, manfaatkan peluang ini sebaik-baiknya karena kalian memiliki potensi yang sangat besar,” ujarnya.

Diah juga menegaskan, dalam dunia usaha, ide merupakan modal awal yang sangat penting.

“Kalau berbicara bisnis, yang lebih dulu adalah ide. Dari ide itulah akan lahir peluang dan menghasilkan rupiah. Namun kita tidak bisa bergerak sendiri. Kita harus bersinergi, bukan hanya dengan perguruan tinggi, tetapi juga melibatkan berbagai pihak lainnya,” katanya.

Selain itu, Diah mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai bekal yang akan dimiliki sepanjang hayat.

Dia mengajak mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas dan wawasan diri.

“Ilmu adalah sesuatu yang akan kita miliki seumur hidup. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang menambah pengetahuan. Saya sendiri membangun usaha melalui proses yang tidak mudah, penuh tangis dan air mata,” tuturnya. HAL

Komentar