Kamis, 9 Juli 2026
BREAKING

Wagub Sulteng Dorong Tenun Khas Donggala Tembus Pasar Internasional

WAKIL Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido menghadiri kegiatan Buya Subi Festival 2026, di Pantai Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (7/7/2026). FOTO: BIRO ADPIM

DONGGALA– Keindahan tenun khas Donggala kembali menjadi sorotan dalam pembukaan Buya Subi Festival 2026 bertema “Handmade for the Earth” yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A Lamadjido di Pantai Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (7/7/2026).

Dalam sambutannya, wagub menegaskan, Buya Subi Festival bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga menjadi pernyataan kepada dunia bahwa Sulawesi Tengah memiliki kekayaan tenun khas Donggala yang bernilai tinggi, sarat filosofi kehidupan, serta mampu menjadi bagian dari industri fashion berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut, wagub mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng akan membahas menghadirkan jurusan khusus tenun di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Langkah ini dinilai penting mengingat sebagian besar penenun saat ini berasal dari kalangan usia lanjut sehingga regenerasi harus segera dilakukan.

“Jangan sampai tenun kita hilang karena para pengrajinnya didominasi generasi yang sudah lanjut usia. Regenerasi harus dilakukan agar warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, festival tidak boleh berhenti pada kegiatan pameran semata, tetapi harus mampu mendorong masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk tenun lokal secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi para pengrajin.

Dia menilai warna, motif, dan kualitas serat kain tenun Donggala sangat baik serta memiliki daya saing tinggi. Karena itu, dia mendorong para perajin untuk terus meningkatkan kualitas sekaligus menghadirkan model-model yang mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.

“Pemerintah ingin kualitas terus meningkat dengan desain yang lebih modern, tetapi tetap mempertahankan identitas budaya Donggala,” katanya.

Lebih lanjut, wagub menegaskan, Pemprov Sulteng terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.’

Dia pun mengajak seluruh generasi muda agar bangga mengenakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap karya para perajin daerah.

Melalui Buya Subi Festival 2026, wagub berharap lahir berbagai kerja sama strategis yang mampu memperkuat promosi pariwisata, memberdayakan UMKM, sekaligus membuka akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan Sulteng.

Kehadiran CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA), Zuhal Kuvan Mills, dinilai menjadi peluang besar untuk memperkenalkan tenun khas Donggala ke pasar dunia.

“Mari jadikan festival ini sebagai ruang belajar, ruang berkarya, ruang berkolaborasi, sekaligus ruang membangun masa depan ekonomi kreatif Sulawesi Tengah yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya. HAL

SultengTerkini

Wagub Sulteng Dorong Tenun Khas Donggala Tembus Pasar Internasional