Senin, 31 Agustus 2026
BREAKING

Hati-hati! Lima Kebiasaan Ini Bikin Kalsium Mengendap

ILUSTRASI serangan jantung. (Getty images/ michaeljung)

JAKARTA– Penyakit jantung sering kali datang tanpa permisi. Salah satu penyebabnya dipicu oleh adanya penumpukan kalsium yang memicu sumbatan pada pembuluh darah.

Sumbatan ini tidak muncul dalam semalam, melainkan melalui proses penumpukan kalsium atau plak di pembuluh darah jantung.

Mengapa Kalsium Bisa Menumpuk di Jantung?

Praktisi kesehatan dr Maya Munigar Apandi, SpJP(K) menjelaskan, kalsium yang dinilai dalam pemeriksaan jantung (calcium score) sangat berbeda dengan kalsium elektrolit atau kalsium ion yang biasa diperiksa melalui tes darah. Kalsium dalam kaitannya dengan penyakit jantung adalah kalsium pada pembuluh darah jantung dalam bentuk deposit atau penumpukan yang terbentuk melalui proses aterosklerosis.

Proses aterosklerosis adalah kondisi saat pembuluh darah arteri yang membawa nutrisi dan oksigen dari jantung ke seluruh tubuh mengalami penebalan yang disebabkan penumpukan plak berupa lemak, kolesterol, dan zat lain di dalam dinding arteri.

Menurut dr Maya, deposit kalsium yang menumpuk akan bereaksi dengan lemak serta komponen tubuh lainnya sehingga perlahan-lahan membentuk plak. Penumpukan ini bisa diperparah oleh gaya hidup tidak sehat.

Kerak atau plak hasil deposit kalsium inilah yang menjadi sumber utama penyumbatan pembuluh darah jantung.

“Kalau (kalsium) yang terdeteksi rendah, angkanya 1-10, kita anggap itu dia masih minimal, prosesnya kayak masih baru. Semakin kita bisa mendeteksi dia semakin banyak calcium score-nya, kita bisa berasumsi bahwa prosesnya ini sudah semakin lama, nih. Penumpukannya semakin lama,” kata dr Maya ketika ditemui detikcom, Rabu (26/8/2026).

Penilaian kalsium di pembuluh darah jantung dapat dilakukan melalui CT Calcium Score. Semakin tinggi skor kalsiumnya, maka semakin besar pula beban risiko penyakit kardiovaskular yang dimiliki pasien.

Gaya Hidup Pemicu Penumpukan Kalsium di Jantung

Selain karena proses aterosklerosis, dr Maya menjelaskan, penumpukan kalsium dapat diperparah oleh gaya hidup. Lalu, gaya hidup seperti apa yang dapat menyebabkan terbentuknya plak kalsium yang semakin masif di organ jantung?

Terbentuknya plak kalsium yang keras tidak lepas dari kebiasaan sehari-hari. Menurut dr Maya, beberapa faktor gaya hidup yang memengaruhi kondisi ini adalah sebagai berikut.

1. Kebiasaan merokok

Merokok dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi kaku dan sensitif, sehingga mempercepat pembentukan plak.

Ditegaskan, bahaya rokok elektrik seperti vape sama tingginya dengan rokok konvensional. Rokok konvensional umumnya merusak area sekitar paru-paru, sedangkan rokok elektrik memiliki risiko tambahan yang bisa berdampak pada organ lain.

Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan merokok dengan metode apa pun sangat disarankan.

2. Pola makan berlebihan dan tidak seimbang

Makanan tinggi lemak, tinggi gula, karbohidrat berlebih, serta gorengan dapat memperparah proses terbentuknya plak pembuluh darah. Namun, dr. Maya tidak serta-merta menyalahkan tren “makanan kekinian”.

“Pada prinsipnya, kalau kita makan atau konsumsi semua makanan itu dengan mindful, sesuai dengan porsinya, tidak berlebihan, ya menurut saya sih itu tidak akan menjadi masalah,” lanjutnya.

“Yang menjadi masalah adalah ketika kita too much, kita nggak imbang,” tuturnya.

Untuk menyiasatinya, dr Maya merekomendasikan diet Mediterania yang tinggi serat, cukup protein (terutama protein laut), dan rendah lemak.

Jika ingin mencicipi makanan kekinian, lakukanlah dengan porsi kecil dan jangan makan berlebihan dalam satu waktu yang berdekatan.

3. Kurang istirahat

Gaya hidup tidak hanya soal makanan, tetapi juga jam tidur. Kurang istirahat dan kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dalam 5-10 tahun ke depan.

Risiko ini biasanya akan dimulai dengan munculnya masalah hipertensi terlebih dahulu.

4. Manajemen stres yang buruk

Mengelola stres adalah bagian vital dari modifikasi gaya hidup sehat. Setiap individu memiliki cara yang berbeda untuk mengatasi stres, mulai dari jalan-jalan, makan, bernyanyi, membaca buku, hingga sekadar me time untuk mengisi ulang energi.

5. Kurangnya aktivitas fisik

Berolahraga adalah suatu keharusan, tetapi tetap harus dilakukan secara sadar. Untuk menjaga kesehatan kardiovaskular, sangat direkomendasikan melakukan latihan kardio minimal 30 menit setiap hari, setidaknya 5 hari dalam seminggu.

Selain itu, apabila memiliki kondisi seperti darah tinggi, diabetes (kencing manis), atau kolesterol tinggi, pastikan kondisi tersebut selalu terkontrol secara optimal untuk mencegah penumpukan kalsium yang semakin parah.

(sumber: detik.com)

SultengTerkini

Hati-hati! Lima Kebiasaan Ini Bikin Kalsium Mengendap