BERDIRILAH di tengah kawasan IMIP. Anda akan melihat sebuah mahakarya nusantara yang mampu mengubah dunia.
OLEH: AGUS PANCA SAPUTRA
Saat memasuki kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sejumlah petugas keamanan akan melakukan pemeriksaan intensif.
Seluruh penumpang maupun kendaraannya akan diperiksa, guna memastikan keamanan dan keselamatan saat berada dalam kawasan.
Setelah pemeriksaan, dan kendaraan Anda kembali berjalan, Anda akan melewati sejumlah mes karyawan yang dilengkapi fasilitas olahraga, dengan taman-taman yang menyejukkan mata.
Lima menit kemudian, kendaraan Anda akan berhenti pada sebuah shelter atau tempat persinggahan. Di shelter itu, buggy car, mobil listrik tanpa pintu telah menunggu Anda untuk perjalanan selanjutnya, menuju sebuah pulau kecil yang di atasnya terdapat hotel dengan eksterior dan interior kelas dunia, Wisma IMIP.
Setibanya di Wisma IMIP, Anda akan diajak berkeliling kawasan industri hingga museum nikel QMB New Energy Materials. Helm, kacamata, sepatu kulit, rompi, dan tanda pengenal, adalah perlengkapan yang wajib Anda kenakan saat berkunjung. Standar Operasional Prosedur (SOP) PT IMIP memang sangat ketat, apalagi menyangkut Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kawasan PT IMIP memiliki luas kurang lebih 4.000 hektare. Terdapat lebih dari 50 pabrik pemurnian logam atau smelter di dalamnya, dengan jumlah karyawan mencapai 97.427 orang. Umumnya, pabrik-pabrik ini mengolah nikel menjadi produk setengah jadi, seperti baja tahan karat dan bahan baku baterai. Hasil produksi ini nantinya akan diekspor ke berbagai belahan dunia.
Ketika Anda berada di dalam sebuah pabrik, Anda akan melihat para pekerja tengah sibuk dengan tugasnya masing-masing. Yang menarik, tidak ada sekat antara pekerja asing dengan pekerja lokal. Mereka duduk berdampingan, dengan model kursi yang sama.
Sementara di ruang kontrol, para pekerja terlihat serius memandangi layar monitor. Dengan handy talky di tangannya, pekerja tersebut menyampaikan informasi tentang apa yang dilihatnya di layar monitor itu. Tentu saja dengan Bahasa Mandarin.

Ya, alih teknologi dari pekerja asing ke pekerja lokal yang digenjot Managemen PT IMIP sejak belasan tahun lalu telah memperlihatkan hasil. Sudah banyak karyawan asal Sulawesi Tengah yang pandai berbahasa asing, maupun mengoperasikan mesin pabrik.
MENJAGA LANGIT TETAP BIRU
“Nikmat kali tiap pagi langitnya biru gini bah!. POV: Ko kerja di site, jalan kaki tanpa polusi. Ah nikmat kali bah!,” tulis warga Bahodopi di akun Tiktoknya, cahyoharry, 26 Juli 2026.
Postingan ini langsung mendapat simbol love sebanyak 948 kali.
Pemilik akun RistyKyran juga memposting foto pesona senja di Bahodopi melalui aplikasi Lemon8.
Menjaga langit Bahodopi tetap biru telah tertuang dalam visi, misi, dan nilai PT IMIP. Selain membangun ekosistem bisnis terpadu, PT IMIP berkomitmen dalam mengembangkan kawasan yang ramah lingkungan dan lestari.
Hal ini telah berulang kali disampaikan oleh Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar, hingga CEO dan Pimpinan Utama PT IMIP, Alexander Barus.
Makanya, ketika Anda berkeliling dalam kawasan PT IMIP, Anda akan melihat mobil truk berwarna hijau lalu lalang. Ada pula truk berwarna merah, namun jumlahnya semakin sedikit.
Truk berwarna hijau ini adalah truk bertenaga listrik. Sementara truk berwarna merah, berbahan bakar solar.

Hingga akhir Agustus 2026, PT IMIP telah mengoperasikan sebanyak 502 unit kendaraan listrik, termasuk 206 unit dump truck, ekskavator, loader hingga forklift listrik.
“Truk listrik ini sama kuatnya dengan truk solar. Mampu angkut beban berat dan jalan menanjak. Kelebihannya, dengan truk listrik ini kami bisa efisien 50 persen,” jelas Supervisor PT Logistik Sumber Daya – salah satu tenan IMIP, Royanto, belum lama ini.
Selain kendaraan listrik, PT IMIP juga telah mengoperasikan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Gas Buang dengan daya 350 megawatt. Pembangkit listrik ini digerakkan dengan memanfaatkan energi panas tungku peleburan nikel.
Operasional PLTU Gas Buang PT IMIP ini dapat mengurangi pengeluaran karbon dioksida serta menghemat penggunaan batu bara sebanyak 980 ribu ton per tahun.
Pembangkit listrik energi baru terbarukan yang juga tengah dikembangkan PT IMIP adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
PLTS Kanal Fatufia dengan kapasitas 1,27 MWp, dan PLTS Atap PT Dexin Steel Indonesia berkapasitas 65,89 MWp kini telah aktif dioperasikan.
Sementara itu, PLTS berkapasitas hingga 262 MWp kini tengah dibangun. Proyek senilai Rp3,5 triliun ini ditarget rampung awal tahun depan. Rencananya, PLTS ini dibangun di areal seluas 224 hektar.
“PLTS ini bukan hanya energi alternatif, tapi instrumen strategis energi modern. Energi bersih sudah menjadi syarat ekonomi masa depan,” tegas Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto kepada wartawan.
HARMONI DAN SALING MENGUNTUNGKAN
Sebelum Anda masuk ke dalam kawasan PT IMIP, Anda akan melihat begitu banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjejer di jalan utama Trans Sulawesi Morowali – Kendari di Bahodopi.
Pada tahun 2008, daerah itu sangat sunyi. Lebih banyak semak belukar ketimbang rumah penduduk.
Tapi kini semua berubah. PT IMIP laksana gula yang dikerubungi semut. Populasi manusia di Kecamatan Bahodopi naik berkali lipat. Sebagai perbandingan, jumlah karyawan IMIP saja, adalah 25 persen dari jumlah penduduk Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah!.
Survei yang dilakukan PT IMIP menyebutkan, terdapat lebih dari 7.300 unit UMKM di Kecamatan Bahodopi. UMKM ini mampu menyerap sekitar 17 ribu tenaga kerja lokal.
Sementara catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah pada tahun 2023, nilai Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersalurkan kepada pelaku UMKM di Morowali mencapai Rp119,38 miliar. Nasabah KUR ini paling dominan berdomisili di Kecamatan Bahodopi.
Besarnya pengaruh PT IMIP terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Morowali juga tertuang dalam misi PT IMIP. PT IMIP akan menjadi kawasan industri berbasis mineral terbaik di dunia, dengan ekosistem bisnis yang bernilai tinggi, terintegrasi, aman, nyaman dan berwawasan lingkungan.
Harmonisasi dan saling menguntungkan, tidak hanya berlaku bagi tenan yang ada dalam kawasan industri, namun berlaku juga bagi seluruh masyarakat yang hidup di sekitar kawasan.
Bahkan, kehadiran PT IMIP di Morowali memberi arti penting bagi Bangsa Indonesia juga dunia.
Pada tahun 2024, PT IMIP telah menyetor pajak ke kas negara sebesar Rp17 triliun. Sementara bagi dunia, produk yang dihasilkan di PT IMIP telah dipakai perusahaan-perusahaan teknologi di seluruh dunia.
Khusus di Morowali, sejumlah program perusahaan untuk kebaikan alam dan manusia telah dilaksanakan.
Demi kelangsungan hidup masyarakat, PT IMIP menyediakan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan klinik, bantuan sarana dan prasarana pendidikan mulai dari TK sampai perguruan tinggi, lembaga belajar non formal bahasa asing, peningkatan mutu pertanian, hingga pelatihan UMKM.
Sementara untuk alam, PT IMIP telah melakukan penyelamatan terumbu karang, penanaman mangrove, penanaman 80 ribu bibit pohon per tahun di Nursery Edupark, hingga pengelolaan sampah melalui bantuan incinerator sampah.
Guna mewujudkan komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan manusia di lingkar kawasan industri, PT IMIP merealisasikan dana lebih dari Rp170 miliar. Angka ini terus bertambah seiring perluasan jumlah penerima manfaat atas keberadaan PT IMIP.
Harmonisasi antara keuntungan ekonomi, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial yang selama ini telah dijalankan PT IMIP menuju industri berkelanjutan adalah keniscayaan.
“Hilirisasi yang dilakukan sekarang menciptakan multiplier effect yang sangat besar, tidak hanya pada peningkatan nilai tambah produk, tetapi bermanfaat besar dalam terbukanya lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup,” tegas Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar. ***








