Sabtu, 12 September 2026
BREAKING

Gubernur Dorong Toili Jadi Percontohan Pertanian Modern, Target Produktivitas 10 Ton per Hektare

GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menghadiri kegiatan Panen Raya Padi dan Tanam Padi dengan metode PM-AAS Provinsi Sulawesi Tengah di kawasan persawahan dataran Toili, Kabupaten Banggai, Kamis (10/9/2026). FOTO: BIRO ADPIM

BANGGAI– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid menghadiri kegiatan Panen Raya Padi dan Tanam Padi dengan metode PM-AAS Provinsi Sulawesi Tengah di kawasan persawahan dataran Toili, Kabupaten Banggai, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng terhadap peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta percepatan transformasi menuju pertanian modern.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pertanian (Mentan) bersama jajaran di Sulteng.

Menurutnya, dipilihnya Kabupaten Banggai sebagai lokasi kegiatan memiliki alasan strategis karena kawasan Toili merupakan salah satu sentra pangan utama di Sulteng.

“Banggai ini adalah lumbung pangan Sulawesi Tengah. Karena itu, saya membawa Pak Menteri datang ke Banggai,” ujar Anwar Hafid.

Gubernur mengungkapkan, dirinya secara khusus menemui Mentan untuk mengundang dan meyakinkan agar dapat melihat langsung kondisi pertanian di Sulteng, khususnya di dataran Toili.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banggai beserta seluruh jajaran yang mampu mempersiapkan kegiatan dalam waktu yang relatif singkat.

“Terima kasih Pak Bupati dan seluruh jajarannya, juga kepada kelompok-kelompok masyarakat yang sudah sejak lama menginisiasi pertemuan ini. Kita tidak membayangkan hari ini Pak Menteri bisa hadir di sini,” ungkapnya.

Menurut Anwar Hafid, kehadiran Mentan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sulteng, terlebih karena pemerintah pusat saat ini menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap sektor pertanian dan petani.

Dia menilai sejumlah kebijakan pemerintah telah memberikan kepastian yang lebih baik bagi petani, mulai dari ketersediaan pupuk hingga harga gabah.

“Di zaman beliau inilah pupuk terjamin. Dulu susah pupuk, setengah mati kita mencari. Begitu juga harga gabah, dulu tidak ada standar yang pasti. Terkadang saat panen raya harga turun. Sekarang, Alhamdulillah, petani semakin memiliki kepastian dan semakin semangat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga melaporkan berbagai langkah Pemprov Sulteng dalam menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait penguatan Brigade Pertanian.

Anwar Hafid menjelaskan, Pemprov Sulteng telah menyiapkan dukungan alat dan sarana pertanian untuk memperkuat pelayanan kepada petani.

Pengelolaannya kata dia, akan menggunakan pola pinjam pakai agar dapat dimanfaatkan secara luas dan terawat.

“Kita tidak lagi menyalurkan kepada kelompok-kelompok. Kita hanya pinjam pakai. Kalau dirawat, kita simpan terus. Kalau tidak dirawat, kita tarik. Kalau hanya dimanfaatkan satu kelompok dan tidak diberikan kepada yang lain, kita tarik. Jadi kita berharap Brigade ini untuk seluruh petani,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan harapan agar penguatan Brigade Pertanian dapat diperluas ke wilayah timur Sulteng, khususnya dataran Toili yang memiliki hamparan pertanian sangat luas.

Dia berharap dukungan pemerintah pusat dapat memperkuat ketersediaan alat dan mesin pertanian sehingga petani di Sulteng mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi beban biaya produksi.

Lebih jauh, Anwar Hafid menegaskan, arah pembangunan pertanian Sulteng harus bergerak menuju sistem pertanian modern berbasis teknologi, mekanisasi, dan peningkatan produktivitas.

“Kami sangat merindukan, sesuai dengan cita-cita Pak Menteri, bahwa pertanian sekarang harus modern. InsyaAllah, mudah-mudahan Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah percontohan untuk pertanian modern,” ujarnya.

Gubernur menyebut target peningkatan produktivitas hingga 10 ton gabah per hektare sebagai salah satu upaya penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pokoknya kita usahakan 10 ton satu hektare, karena hanya dengan cara itu petani kita akan sejahtera,” kata Anwar Hafid.

Menurutnya, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah serta partisipasi aktif masyarakat. CAL

SultengTerkini

Gubernur Dorong Toili Jadi Percontohan Pertanian Modern, Target Produktivitas 10 Ton per Hektare