JAKARTA– Ginjal memiliki peran penting dalam tubuh. Organ ini menyaring limbah dan racun dari darah, membantu menjaga keseimbangan air yang tepat, serta membantu mengatur tekanan darah.
Ada lima stadium dalam penyakit ginjal kronis. Stadium 5 merupakan bentuk penyakit ginjal yang paling parah. Kondisi ini juga disebut sebagai gagal ginjal.
Pada stadium ini, ginjal telah kehilangan hampir semua fungsinya, yaitu hanya bekerja kurang dari 15 persen. Kenali tanda ginjal rusak parah berikut ini.
Tanda Ginjal Rusak Parah
Gejala umum dari penyakit ginjal stadium 5, yang berarti kondisi ginjal sudah rusak parah biasanya meliputi sakit kepala dan sesak napas. Dikutip dari laman National Kidney Foundation dan Kidney Research UK, tanda lainnya meliputi:
1. Perubahan pada buang air kecil: Buang air kecil menjadi lebih jarang atau tidak sama sekali, serta adanya darah dalam urine
2. Perubahan pada kulit: Kulit terasa gatal dan/atau kering. Hal ini terjadi karena penumpukan mineral, seperti fosfor, dalam darah akibat kerusakan ginjal
3. Mati rasa atau pembengkakan: Terjadi pada lengan, kaki, pergelangan kaki, atau telapak kaki
4. Gangguan makan: Hilangnya nafsu makan, merasa mual dan atau muntah, serta penurunan berat badan
5. Napas bau: Aroma napas seperti amonia atau digambarkan seperti bau urine atau amis
6. Gangguan tidur: Kesulitan tidur sangat umum terjadi pada pengidap gagal ginjal, bahkan memengaruhi hingga 80 persen pasien yang menjalani cuci darah, menurut National Institutes of Health (NIH)
7. Rasa tidak nyaman pada otot: Otot terasa pegal atau kram. Kondisi ini bisa terjadi pada siang hari atau malam hari
8. Kelelahan: Saat ginjal tidak berfungsi dengan baik, limbah akan menumpuk di dalam tubuh dan kadar sel darah merah dapat menurun. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut anemia, berarti tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa oksigen yang cukup, seseorang mungkin merasa lemah, lelah, sesak napas, atau kesulitan berkonsentrasi.
Kapan Cuci Darah Diperlukan?
Umumnya, pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium 5 dianggap sebagai kandidat untuk memulai cuci darah (dialisis) atau dipertimbangkan untuk transplantasi ginjal.
Alasan seseorang perlu memulai cuci darah dapat berbeda-beda. Salah satu alasan yang paling umum adalah penumpukan cairan dalam tubuh yang menyebabkan edema atau cairan menumpuk di paru-paru sehingga mengganggu pernapasan. Jika kondisi tersebut tidak dapat diatasi dengan obat-obatan, dialisis mungkin menjadi satu-satunya pilihan.
Cuci darah juga diperlukan apabila cairan menumpuk di sekitar jantung atau terjadi peradangan pada selaput pembungkus jantung yang dikenal sebagai perikarditis.
Selain itu, penurunan berat badan pada pasien penyakit ginjal kronis stadium 5 merupakan tanda prognostik yang kurang baik dan dapat menjadi indikasi bahwa dialisis perlu dipertimbangkan.
Cuci darah melakukan beberapa tugas yang biasanya dilakukan ginjal untuk menjaga keseimbangan tubuh, seperti:
* Menghilangkan limbah dan cairan berlebih dari tubuh untuk mencegah penumpukan di dalam tubuh.
* Menjaga kadar mineral yang aman dalam darah, seperti kalium, natrium, kalsium, dan bikarbonat.
* Membantu mengatur tekanan darah.
Tindakan ini tidak bisa sepenuhnya menggantikan semua fungsi ginjal, sehingga tidak bisa dianggap sebagai pengobatan untuk penyakit ginjal atau gagal ginjal.
Gaya Hidup Sehat yang Perlu Dijalani Pengidap Penyakit Ginjal Kronis Stadium 5
Meski penyakit ginjal kronis stadium 5 tergolong parah, ada beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk melindungi fungsi ginjal yang tersisa, di antaranya:
Olahraga secara Teratur
Berjalan kaki singkat bisa dilakukan untuk memulai rutinitas olahraga. Konsultasi dengan profesional kesehatan perlu dilakukan untuk memastikan keamanan.
Tidur yang Cukup
Usahakan untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup. Tujuannya agar tubuh segar dan dapat beristirahat dengan baik.
Kelola Stres
Beberapa cara sederhana untuk mengurangi stres meliputi meluangkan waktu untuk bersantai, melakukan teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi, berdoa, hingga berbicara dengan orang terdekat atau profesional kesehatan.
Terapkan Pola Makan yang Sehat dan Seimbang
Hindari mengonsumsi terlalu banyak garam karena dapat meningkatkan tekanan darah dan memberi beban pada ginjal.
(sumber: detik.com)








