Rabu, 16 September 2026
BREAKING

Usai Deal Nuklir dengan AS, Arab Saudi Temukan Harta Karun 110 Juta Ton Bijih Uranium

KERAJAAN Arab Saudi umumkan telah menemukan 110 juta ton bijih yang mengandung uranium. Foto/SPA

RIYADH– Kerajaan Arab Saudi mengumumkan telah menemukan 110 juta ton bijih yang mengandung uranium. Pengumuman temuan ini disampaikan hanya beberapa bulan setelah Riyadh dan Amerika Serikat (AS) menandatangani kesepakatan yang mendorong pengembangan energi nuklir di negara Islam tersebut.

Kementerian Energi Arab Saudi pada hari Senin mengatakan bahwa jika temuan tersebut terverifikasi, deposit itu akan menjadi salah satu sumber uranium terbesar di dunia.

“Hal ini menempatkan proyek Jabal Sayed sebagai salah satu lokasi sumber daya mineral tanah jarang paling signifikan yang saat ini dikembangkan di dunia,” kata Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, seperti dikutip dari i24News, Selasa (15/9/2026).

Namun, sang menteri tidak mengungkap kadar atau konsentrasi uranium yang terkandung dalam bijih tersebut. Akibatnya, belum dapat dipastikan berapa banyak “harta karun nuklir” yang sebenarnya dapat diekstraksi dari sumber daya tersebut maupun apakah proses penambangannya layak secara ekonomi.

Arab Saudi dan AS telah menandatangani kesepakatan yang mendorong pengembangan energi nuklir di kerajaan tersebut. Kesepakatan itu memungkinkan perusahaan-perusahaan AS membantu pembangunan dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Arab Saudi.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat akan memiliki kewenangan untuk memantau proses pengayaan uraniumnya. Namun, kesepakatan tersebut tidak mencakup ketentuan yang memungkinkan perusahaan AS menambang dan memproses uranium di Arab Saudi.

Arab Saudi telah memproduksi uranium olahan yang dikenal sebagai yellowcake dengan dukungan perusahaan-perusahaan China setidaknya sejak 2020, menurut laporan The Wall Street Journal.

Meski demikian, pemerintah Arab Saudi membantah telah melakukan aktivitas tersebut. Arab Saudi dan China bahkan telah bekerja sama mengeksplorasi cadangan uranium di negara tersebut sejak 2017.

Pada 2019, survei bersama yang dilakukan Beijing Research Institute of Uranium Geology, China National Nuclear Corporation, dan Saudi Geological Survey mengidentifikasi tiga lokasi yang berpotensi mengandung deposit uranium di wilayah tengah dan barat laut Arab Saudi.

Deposit-deposit tersebut diperkirakan mengandung lebih dari 90.000 ton uranium, berdasarkan estimasi kelompok konsultan pertambangan yang dirilis awal tahun ini.

(sumber: sindonews.com)

SultengTerkini

Usai Deal Nuklir dengan AS, Arab Saudi Temukan Harta Karun 110 Juta Ton Bijih Uranium